Universitas Muslim Indonesia Alhamdulillah, Satu Lagi Dosen Fak. Hukum UMI Raih Doktor Implementasi Surah Al-Fatihah Dikaji di Masjid UMI Maulid Nabi Muhammad SAW Berlangsung di Masjid UMI Alhamdulillah, Ir. Ernaningsih, MP, Dosen Perikanan UMI Raih Doktor Kecerdasan Emosional & Intelektual Dikaji di Masjid UMI Mahasiswa Binaan UMI Dilatih Jadi Wirausahawan Muda 500-an Mahasiswa UMI Ikuti Pencerahan Qalbu UMI Gelar Maulid di Kelurahan Pampang UMI Siap Jadikan Pampang sebagai Kelurahan Binaan Mahasiswa Jepang Visitasi Kedokteran UMI

Halal Bi Halal UMI

Sivitas Akademika Universitas Muslim Indonesia menyelenggarakan Halal Bi Halal (5/9) di masjid Umar bin Khattab Kampus 2 UMI Jl.Urip Sumiharjo Km.5 Makassar. Hadir sejumlah pengurus Yayasan Wakaf UMI, Rektor UMI, para Wakil Rektor UMI,pimpinan fakultas/lembaga,dosen dan karyawan YW UMI.

Rektor UMI Prof.Dr.Hj.Masrurah Mokhtar,MA dalam sambutannya menyatakan kegiatan hari ini sebagai bentuk silaturrahim karena silaturrahim seperti ini sangat penting dalam ajaran Islam.
Dikatakan pula dalam keseharian sering ada kata-kata atau prilaku yang kurang berkenan di hati sehingga momen ini dijadikan ajang untuk saling memaafkan.

Ketua Yayasan Wakaf UMI H.Mokhtar Nurjaya dalam sambutannya mengajak warga UMI untuk bekerja secara ihlas, jangan bekerja karena ingin nama baik, bukan karena Allah. Dikatakan pula tahun ini, Yayasan Wakaf UMI akan menaikkan gaji pokok dosen dan karyawan UMI yang disambut tepuk tangan hadirin.

Hikmah Halal Bi Halal disampaikan Prof.Dr.H.Mansyur Ramly menyatakan konsep halal bihalal tidak ditemukan dalam Alqur’an tapi silaturrahim. Asal kata Halal bi Halal, yakni halla berarti melepaskan ikatan belenggu, membenahi/mengurai benang kusut. Kesenangan/kebahagiaan tergantung pada kemampuan mengelola diri. Jika semua kebencian dibalas kebencian akan memunculkan hormon dalam tubuh yang disebut nor andrenalin yang menyebabkan diri sakit-sakitan, dan cepat tua.

Sebaliknya jika selalu berfikir positif tubuh mengeluarkan hormon Beta Endorfin yg membuat manusia ceria, dan kelihatan segar bugar. Dikatakan pula orang miskin lebih tinggi rasa solidaritasnya, misalnya pengemis diberi uang dia akan berkata masih ada teman saya disana yang juga butuh sumbangan. Di bagian lain ceramahnya mantan Kalitbang Diknas R.I tersebut meminta sisvitas UMI membelanjakan harta yang dicintainya di jalan Allah bukan harta yang tidak terpakai lagi.

Selain itu warga UMI juga diminta mampu mengendalikan hawa nafsunya karena puasa hakekatnya merupakan reformasi kesalehan pribadi dan kesalehan sosial.

Di akhir cermahnya Prof Mansyur mengajak warga UMI memiliki 6 sifat-sifat, yakni  arif dan bijaksana, bebas dari kebutuhan jasmani, lepas ego dan nafsu, selalu senyum dan gembira, tidak suka mencari-cari kesalahan orang lain, dan tidak suka marah dan tersinggung meskipun terhadap orang yang jahat padanya.

Ditambahkan pula agar warga UMI memiliki 6 komitmen :
1. Jangan mencari uang di UMI tapi pengabdian secara ikhlas, sehingga saat ini dinilai masa keemasan UMI, 2. Bersyukur atas nikmat, 3.Perkuat kebersamaan, 4.Memberi pelayanan prima kepada stakeholders, 5.Semua kegiatan berkorelasi dengan mutu (berikan yang terbaik), dan 6. Peningkatan kesejahteraan di UMI berdimensi dunia akhirat. Kuncinya. acara ditutup pembacaan do’a dan salam salaman untuk saling memaafkan.

(Humas UMI)


E-Campus

SIMPADU

Sistem Informasi Manajemen & Akademik Terpadu

Knowledge Management Center

Library & E-Learning

Web Mail

Layanan E-Mail Mahasiswa Dosen & Pegawai

Social Blogging

Blogging platform dengan Wordpress dan forum diskusi