Universitas Muslim Indonesia UMI Bantu Korban Kebakaran Rappocini Makassar Mahasiswa FKM & FIK UMI Ikuti Pencerahan Qalbu Tingkatkan Pelayanan, FTI Benahi Infrastruktur UMI – Kemenag Sambut Muharram dengan Silaturahmi & Temu Tokoh Agama Farmasi UMI Ikuti Kompetisi Futsal Kesehatan TK. Nasional Mahasiswa Farmasi UMI Terima Beasiswa EGC Kedokteran Dosen UMI Ikuti Pelatihan Supervisi KKN ASMI Balikpapan Jadikan Manajemen UMI Percontohan UMI – Mensos Tingkatkan Kerjasama dengan Penandatanganan MOU UMI Adakan Pendidikan Karakter Bagi Siswa SMA Se-Makassar

Kajian Hadis Turmuzi tentang Saudara Susuan

Kajian Hadis Turmuzi tentang Saudara Susuan berlangsung di masjid kampus 2 UMI (5/4). Pembicara Dr.H.M.Thahir Bandu,MA. Hadir Ketua LPDKI Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA, para wakil dekan IV UMI, sejumlah dosen dan mahasiswa (I) UMI.

Menurut H.Tahir Bandu, “Salah satu yang haram dinikahi adalah saudara sesusuan. Misalnya ada sepupu anak yang menyusu pada ibunya, maka orang yang sesusuan itu tidak boleh dinikahkan karena pernah sesusuan. Pada jaman nabi pernah ada suami istri (pasutri) yang ketika kecil pernah sesusuan, sehingga Nabi meminta pasutri tersebut untuk bercerai. Memang pada masa Nabi, ada ibu-ibu yang mencari anak susuan, sehingga sering ada orang yang sesusuan tapi lain ibu”, urainya.

Lanjut dikatakan bahwa jika ada bayi orang lain yang pernah menyusu  pada istri anda, maka anak anda tidak boleh menikahi anak yang menyusu tersebut kelak setelah dewasa, karena ini haram hukumnya menurut Islam.

(Humas UMI)


E-Campus

SIMPADU

Sistem Informasi Manajemen & Akademik Terpadu

Knowledge Management Center

Library & E-Learning

Web Mail

Layanan E-Mail Mahasiswa Dosen & Pegawai

Social Blogging

Blogging platform dengan Wordpress dan forum diskusi