Universitas Muslim Indonesia Peringati Hari Ibu, Farmasi UMI Gelar Silaturahmi & Do’a Bersama UMI Beri Siswa SMA Makassar Pendidikan Karakter Peneliti UMI Presentasi di Forum HEF, Tokyo Alhamdulillah, Dosen UMI Kualifikasi Doktor Bertambah Lagi Tingkatkan Pelayanan Prima, Karyawan UMI Dilatih UMI Beri Pendidikan Karakter Siswa SMA Makassar Farmasi UMI Juara I Futsal Mahasiswa Kesehatan Se-Indonesia Kemenhan Saudi Arabia Kunjungi UMI Pejabat Baru FH UMI Dilantik Milad Ke 35 Teknik Mesin UMI, Servis Motor Gratis & Lelang Iptek

Kajian Hadis Turmuzi tentang Saudara Susuan

Kajian Hadis Turmuzi tentang Saudara Susuan berlangsung di masjid kampus 2 UMI (5/4). Pembicara Dr.H.M.Thahir Bandu,MA. Hadir Ketua LPDKI Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA, para wakil dekan IV UMI, sejumlah dosen dan mahasiswa (I) UMI.

Menurut H.Tahir Bandu, “Salah satu yang haram dinikahi adalah saudara sesusuan. Misalnya ada sepupu anak yang menyusu pada ibunya, maka orang yang sesusuan itu tidak boleh dinikahkan karena pernah sesusuan. Pada jaman nabi pernah ada suami istri (pasutri) yang ketika kecil pernah sesusuan, sehingga Nabi meminta pasutri tersebut untuk bercerai. Memang pada masa Nabi, ada ibu-ibu yang mencari anak susuan, sehingga sering ada orang yang sesusuan tapi lain ibu”, urainya.

Lanjut dikatakan bahwa jika ada bayi orang lain yang pernah menyusu  pada istri anda, maka anak anda tidak boleh menikahi anak yang menyusu tersebut kelak setelah dewasa, karena ini haram hukumnya menurut Islam.

(Humas UMI)


E-Campus

SIMPADU

Sistem Informasi Manajemen & Akademik Terpadu

Knowledge Management Center

Library & E-Learning

Web Mail

Layanan E-Mail Mahasiswa Dosen & Pegawai

Social Blogging

Blogging platform dengan Wordpress dan forum diskusi