Universitas Muslim Indonesia Prodi Bahasa & Sastra Arab UMI 80 % Kualifikasi Doktor Rektor UMI Silaturahim ke Pemda Pangkep & Mahasiswa KKN Wapres Terpilih Jusuf Kalla Silaturrahim ke UMI Pimpinan UMI Hadiri Silaturrahim & Raker BKS PTIS Rektor UMI & Pimpinan Kedokteran UMI Hadiri AMEE di Italia New Zealand Lirik Kerjasama dengan UMI Pascasarjana UMI Gandeng PTN-PTS Makassar Aktualkan Standar Nasional PT Pangdam Wirabuana VII Beri Ceramah Depan Maba UMI UMI Sambut MABA dengan Pesantren Kilat Pekan Pesantren UMI Dimulai Tanggal 18 Juli 2014

Kajian Hadis Turmuzi tentang Saudara Susuan

Kajian Hadis Turmuzi tentang Saudara Susuan berlangsung di masjid kampus 2 UMI (5/4). Pembicara Dr.H.M.Thahir Bandu,MA. Hadir Ketua LPDKI Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA, para wakil dekan IV UMI, sejumlah dosen dan mahasiswa (I) UMI.

Menurut H.Tahir Bandu, “Salah satu yang haram dinikahi adalah saudara sesusuan. Misalnya ada sepupu anak yang menyusu pada ibunya, maka orang yang sesusuan itu tidak boleh dinikahkan karena pernah sesusuan. Pada jaman nabi pernah ada suami istri (pasutri) yang ketika kecil pernah sesusuan, sehingga Nabi meminta pasutri tersebut untuk bercerai. Memang pada masa Nabi, ada ibu-ibu yang mencari anak susuan, sehingga sering ada orang yang sesusuan tapi lain ibu”, urainya.

Lanjut dikatakan bahwa jika ada bayi orang lain yang pernah menyusu  pada istri anda, maka anak anda tidak boleh menikahi anak yang menyusu tersebut kelak setelah dewasa, karena ini haram hukumnya menurut Islam.

(Humas UMI)


E-Campus

SIMPADU

Sistem Informasi Manajemen & Akademik Terpadu

Knowledge Management Center

Library & E-Learning

Web Mail

Layanan E-Mail Mahasiswa Dosen & Pegawai

Social Blogging

Blogging platform dengan Wordpress dan forum diskusi