Kajian Hadis Turmuzi Bahas tentang Perceraian

Kajian Hadis Turmuzi berlangsung di Masjid Kampus 2 UMI (12/4) membahas tentang perceraian dalam Islam oleh Dr.H.M.Thahir Bandu,MA.

Hadir Wakil Rektor III Prof.Dr.Achmad Gani, WR V Dr.H.M.Arfah Shiddiq,MA, Ketua LPDKI Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA, para Dekan, Wakil Dekan IV, sejumlah dosen dan mahasiswa (I) UMI.

M.Tahir menyatakan talaq sunnah adalah suami mentalaq istrinya dalam keadaan suci dan tidak mensetubuhi istrinya sebelum cerai (thalaq). Sedangkan talaq bid’ah jika isterinya dalam keadaan menstruasi. Ada juga thalaq ghairu syarihah,  misalnya suami mengusir istrinya dan dikembalikan ke rumah orang tuanya.

“Karena itu ada Hadis yang menyatakan ada tiga hal yang tidak boleh diucapkan oleh suami, yakni kata nikah, thalaq, dan rujuk. Jika ada pemuda yang menyatakan kepada gadis “saya nikahi kamu”, maka keduanya bisa saja sudah menikah jika disertai ijab kabul dan ada saksinya. Demikian pula kata thalaq, tidak boleh dikatakan oleh suami ke isterinya, jika ia menyatakan thalaq dihadapan isterinya, maka sudah jatuh thalaq 1. Selanjutnya kata rujuk, jika sudah cerai kemudian ia bertemu dan menyatakan rujuk, maka rujuklah keduanya. Dengan begitu, jangan sampai mempermainkan kata-kata tersebut,”  urainya.

(Humas UMI)