April 7, 2012 143 Views

Kajian Hadis Turmuzi tentang Saudara Susuan

Kajian Hadis Turmuzi tentang Saudara Susuan berlangsung di masjid kampus 2 UMI (5/4). Pembicara Dr.H.M.Thahir Bandu,MA. Hadir Ketua LPDKI Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA, para wakil dekan IV UMI, sejumlah dosen dan mahasiswa (I) UMI.

Menurut H.Tahir Bandu, “Salah satu yang haram dinikahi adalah saudara sesusuan. Misalnya ada sepupu anak yang menyusu pada ibunya, maka orang yang sesusuan itu tidak boleh dinikahkan karena pernah sesusuan. Pada jaman nabi pernah ada suami istri (pasutri) yang ketika kecil pernah sesusuan, sehingga Nabi meminta pasutri tersebut untuk bercerai. Memang pada masa Nabi, ada ibu-ibu yang mencari anak susuan, sehingga sering ada orang yang sesusuan tapi lain ibu”, urainya.

Lanjut dikatakan bahwa jika ada bayi orang lain yang pernah menyusu  pada istri anda, maka anak anda tidak boleh menikahi anak yang menyusu tersebut kelak setelah dewasa, karena ini haram hukumnya menurut Islam.

(Humas UMI)

Previous Pembinaan Majelis Taklim Ukhuwah UMI
Next Tim Asesor BAN-PT Tinjau Prodi D-3 Kebidanan FKM UMI

You might also like

Buku “In God We Trust” Akan Dibedah di UMI

Buku ‘In God We Trust’ dengan penulis Ranti Aryani, Merentang Hijab dari Indonesia sampai ke Amerika akan dibedah di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar tanggal 25 Januari 2013, jam 08.00-12.00

Rektor UMI Narasumber Halaqah Ulama Perempuan di Surabaya

UMI Makassar – Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Prof.Dr.Hj. Masrurah Mokhtar, MA mendapat kepercayaan sebagai salah satu narasumber dalam halaqah nasional dan workshop ulama perempuan untuk penguatan materi dakwah

Mensos RI Undang UMI Realisasikan Program Desa Binaan

UMI Makassar – Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA memenuhi undangan Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa terkait rencana penandatanganan kerjasama untuk program pengembangan