April 7, 2012 111 Views

Kajian Hadis Turmuzi tentang Saudara Susuan

Kajian Hadis Turmuzi tentang Saudara Susuan berlangsung di masjid kampus 2 UMI (5/4). Pembicara Dr.H.M.Thahir Bandu,MA. Hadir Ketua LPDKI Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA, para wakil dekan IV UMI, sejumlah dosen dan mahasiswa (I) UMI.

Menurut H.Tahir Bandu, “Salah satu yang haram dinikahi adalah saudara sesusuan. Misalnya ada sepupu anak yang menyusu pada ibunya, maka orang yang sesusuan itu tidak boleh dinikahkan karena pernah sesusuan. Pada jaman nabi pernah ada suami istri (pasutri) yang ketika kecil pernah sesusuan, sehingga Nabi meminta pasutri tersebut untuk bercerai. Memang pada masa Nabi, ada ibu-ibu yang mencari anak susuan, sehingga sering ada orang yang sesusuan tapi lain ibu”, urainya.

Lanjut dikatakan bahwa jika ada bayi orang lain yang pernah menyusu  pada istri anda, maka anak anda tidak boleh menikahi anak yang menyusu tersebut kelak setelah dewasa, karena ini haram hukumnya menurut Islam.

(Humas UMI)

Previous Pembinaan Majelis Taklim Ukhuwah UMI
Next Tim Asesor BAN-PT Tinjau Prodi D-3 Kebidanan FKM UMI

You might also like

Tingkatkan Pelayanan Prima, Karyawan UMI Dilatih

UMI Makassar – Lembaga Ketenagakerjaan Nasional Indonesia (LKNI) UMI adakan pelatihan pelayanan prima pada karyawan dalam lingkup UMI, 17 s.d 19 Desember 2014 di ruang senat kampus 2 UMI. Event

Prof Basri Moding Kembali Pimpin PPs UMI

Pemilihan Direktur Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang digelar kemarin, dilakukan secara aklamasi, dan menetapkan incumbent Prof Basri Modding sebagai Direktur untuk periode ke-2. Pemaparan visi misi

Pelatihan Penulisan Skripsi di FAI-UMI

Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (FAI-UMI) Makassar menaruh perhatian khusus dengan mahasiswa yang ingin menulis skripsi. Karenanya, mereka mengadakan Pelatihan Skripsi bagi 43 mahasiswa FAI UMI. Dekan FAI UMI