Kajian Hadist tentang Pernikahan

Kajian Hadis tentang pesta pernikahan berlangsung di Masjid Umar Bin Khattab Kampus 2 UMI (8/3). Hadir Ketua LPDKI Dr.H.M.Ishaq Samad,MA, para Wakil Dekan IV UMI, sejumlah dosen dan mahasiswa UMI. Pemateri Dr.H.M.Thahir Bandu,MA

Dr.Tahir Bandu,MA menyatakan, “Pelaksanaan pernikahan harus ada kegiatan yang menggembirakan (apakah nyanyian atau musik/gendang), termasuk jika ada ceramah/nasehat perkawinan. Pada masa Nabi Muhammad Saw pesta pernikahan disertai dengan suasana kegembiraan dengan memukul gendang atau rebana yang dikenal saat ini,” ungkapnya.

Dikatakan pula bahwa pesta pernikahan yang disertai nyanyian-nyanyian sesuai syariat Islam. Namun penyanyi seperti candoleng-candoleng sudah ada sejak jaman jahiliyah dan praktik nyanyian seperti itu dilarang Nabi. Selain itu, Istri Nabi, Aisyah pernah ditemani Nabi nonton nyanyian sampai Aisyah puas di suatu pesta pernikahan di sekitar masjid.

Karena itu, “Jika ada pengantin tidak apa-apa ada musik dan nyanyian tetapi yang Islami dan boleh dilaksanakan di sekitar Masjid,”  urainya.

(Humas UMI)