Makassar, umi.ac.id – Ibnu Sina Medical Competition (ISMC) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) berlangsung meriah meski berlangsung secara virtual.

Kegiatan kompetisi berkelas nasional dengan tema ‘Inflection Desease’ ini merupakan even rutin tahunan dari Fakultas Unggulan yang dimiliki oleh UMI tersebut.

Even yang dipusatkan di Ruang Senat Lantai 9 Menara UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar ini diikuti sebanyak 400 peserta yang berasal dari 40 kampus/perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Rektor UMI yang diwakili Wakil Rektor III Dr. Nasrullah Arsyad, S.H, M.H., apresiasi kegiatan produktif mahasiswa Fakultas Kedokteran UMI meski dilaksanakan secara virtual. Alumni Fakultas Hukum UMI ini juga menekankan kegiatan inovatif dan kreatif sangat penting mengingat segala sesuatu saat ini yang masih dilakukan secara terbatas karena pandemic Covid-19.

Pandemi Covid bukan alasan untuk tidak berpikir kreatif dan cerdas. Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa FK UMi adalah manusia yang kreatif karena mampu mengadaptasikan program,” uncap Dr Nasrullah.

“Kegiatan-kegiatan FK UMI ini adalah suatu cerminan kehidupan bangsa. Para peserta berkompetisi secara sehat menunjukan kualitas dalam berkompetisi sebagai generasi bangsa yang petarung,” sambungnya.

Selain itu, kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ini menyebutkan, saat ini perguruan tinggi harus menjadi sumber hadirnya informasi berbasis ilmu pengetahuan, apalagi di situasi gempuran Pandemi Covid-19.

“Institusi pendidikan merupakan salah satu tempat yang memberikan informasi valid. Sehingga FK UMI harus menjadi sumber dalam memberikan informasi yang baik terkait kesehatan,” paparnya.

Sementara itu, Dekan FK UMI rof. dr. H. Syarifuddin Wahid, PhD., SpPA (K) menjelaskan, kegiatan Ibnu Sina Medical Competition tahun ini mengalami peningkatan jumlah peserta. Artinya, kata Guru Besar FK UMi ini, manajemen dan sosialisasi kegiatan ini cukup baik meskipun berlangsung secara terbatas.

“Ini akan memberikan efek baik dan bermakna secara individual maupun secara institusi. walaupun di era pandemi, mahasiswa tetap semangat menggelar kegiatan, ini merupakan kreatifitas yang baik,” imbuhnya.

“Kelas formal dan informal, ekstra kurikuler seperti sangat memberikan manfaat di kemudian hari. Saat mahasiswa kita diwajibkan untuk banyak aktif di kegiatan seperti ini,” tutupnya.

Sebelumnya, sejumlah rangkaian kegiatan telah berlangsung, salah satunya adalah symposium nasional bertajuk ‘Current Update on Covid-19 Patient Management’ yang menghadirkan 16 narasumber.

Kegiatan ini juga diwarnai dengan penampilan Angaru dan Tarian Mappadendang yang mengkombinasikan tampilan klasik dan modern.

(HUMAS)