Makassar, umi.ac.id – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Lokakarya untuk jelang re-akreditasi bagi Prodi Sarjana Kedokteran dan Prodi Profesi Dokter.

Lokakarya yang dihelat selama empat pekan berturut-turut di tiap Jumat-Minggu ini telah dibuka pada Jumat (19/2/2021) oleh Rektor UMI Prof. Dr. H Basri Modding, S.E, M.Si. Kegiatan ini akan berakhir pada Sabtu (13/3/2021).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pejabat terkait FK UMI dan Prodi yang ada dibawah FK UMI menghadirkan tiga fasilitator utama. Mereka adalah dr Andi Insan Sosiawan Tunru, P.hD (dari Jakarta), dr. Titi Savitri Prihatingsih, M.Med.Ed, P.hD (dari Yogyakarta) dan dr Tridjoko Hadianto, DTM&H, M.Kes( dari Yogyakarta)

Prof Basri Modding mengungkapkan, FK UMI merupakan salah satu fakultas yang diunggulkan oleh UMI. Sehingga, tanggung jawab bagi FK UMI untuk tetap menjadi fakultas unggulan wajib dijaga, salah satunya dengan akreditasi.

“Ini momen yang luar biasa. Kami dari pimpinan memang selalu menjadikan Fakultas Kedokteran sebagai Fakultas unggulan sehingga apapun kebutuhannya demi kemajuan FK UMI pasti akan kami dukung,” tegas Prof Basri Modding, Senin (22/2/2021).

“Target yang besar akan mudah jika dilakukan secara bersama sama atau yang biasa kita sebut dengan interfunctional function,” sambung Mantan Direktur Program Pascasarjana UMI ini.

Sementara itu, Dekan FK UMI, Prof. dr. H. Syarifuddin Wahid, PhD., SpPA (K), Sp.F, DFM mengatakann, Re-akreditasi yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat ini diatrgetkan minimal mampu mempertahankan akreditasi LAM – PTKES “A” ut tetap menjadi “UNGGUL” yang sudah diraih sebelumnya.

Lebih jauh, kata Guru Besar FK UMI ini, pihaknya juga merencanakan tercapainya akreditasi internasional kedepannya bagi prodi di Fakultas yang berdiri pada 8 Juni 1992 tersebut.

“Insha allah dalam satu tahun ini kita akan ada reakreditasi. Ini mempertahankan akreditasi unggul bukan hal yang mudah. Dukungan fisik dan non fisik sangat kami harapkan demi bisa mencapai target pada re-Akreditasi kali ini,” ungkap Prof Syarfuddin.

(HUMAS)