Ada yang berbeda dalam pagelaran yudisium Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia kali ini, 468 peserta yudisium  Sarjana Hukum mengenakan pakaian adat sulawesi yang dilaksanakan di Sandheq Ballroom Hotel Claro, Kamis(13/6).

Dekan Fakultas Hukum UMI, Dr. H. Muhammad Syarif Nuh, SH.,MH dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada 468 peserta yudisium.

“Hari ini adalah hari terakhir mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum UMI, ini semua berkat Ridho Allah SWT, namun tidak berarti  muara akhir dalam perjalanan menimba ilmu, namun teruslah belajar dan mengaplikasikan keahliannya dan berkontribusi secara maksimal untuk kemaslahatan ummat, tutur Dr. Syarif Nuh.

“Keberhasilan ananda tidak lepas dari jasa  orang tua, karena itu berterima kasihlah kepada mereka. dan Kami juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan orang tua menyekolahkan anaknya di Fak. Hukum, semoga ini dilanjutkan terus untuk mempercayakan anak dan keluarga  kuliah di Fakultas Hukum UMI”, imbuhnya. Lebih lanjut ia memaparkan Saat ini Fakultas Hukum UMI memiliki 13 guru besar, 52 Doktor. Suatu aset yang sangat besar dibandingkan fakultas ataupun PTS yang lain. Apalagi Kita saat ini memiliki Akreditasi tertinggi di Indonesia, Dengan nilai 377 dengan predikat A.

Rektor UMI yang diwakili Wakil Rektor 3 UMI, Prof. Dr. H. Laode Husen,SH.,MH  mengapresiasi penggelaran yudisium Fakultas Hukum kali ini menampilkan sesuatu yang berbeda dengan biasanya. Seluruh yudisium menggunakan pakaian adat, tak ketinggalan dosen dan karyawan Fakultas Hukum beserta Pimpinan fakultas mengenakan pakaian adat.

Laode Husen dalam sambutannya mengatakan anak-anakku saat ini kita di era revolusi industry, 4.0, dibutuhkan SDM yang cerdas responsive, kreatif, inovatif, dan mampu mengantisipasi perubahan. Hal ini tentu menjadi tantangan kita untuk tampil sebagai ilmuwan relijius, berkarakter, mampu mengantisipasi perubahan dengan keilmuwan maupun keahlian untuk berkarya sesuai bidang ilmu.

Anak-anakku selama kuliah di UMI telah dibekali pengetahuan dan keterampilan serta bekal hidup yang memadai dengan kecerdasan spritual, intelektual, sosial dan emosional, ujarnya.

Selamat atas tambahan gelar yang dimiliki. Anakku harus pahami bahwa tambahan gelar memiliki arti kompetensi, memiliki keahlian yang bermakna akademik dan bernilai moral yang harus dijaga, ujar Guru Besar Fak. Hukum UMI ini.

(HUMAS)