UMI Makassar – Sebanyak 500 mahasiswa UMI angkatan 2014 dari Fakultas Teknologi Industri, Ilmu Komputer, Pertanian, Kedokteran dan Kedokteran Gigi mengikuti Pencerahan Qalbu angkatan 15 gelombang 4 tahun 2015, di Masjid Baiturrahman Pesantren Darul Mukhlisin UMI Padanglampe Kab. Pangkep, Senin sore, 19 Januari 2015. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor IV UMI Drs. K. H. Zain Irwanto, MA yang juga Direktur Pondok Pesantren Darul Mukhlisin UMI.

Drs. K. H. Zain Irwanto, MA, wakil rektor bidang dakwah dan kampus islami mengatakan, pencerahan qalbu ini wajib diikuti oleh mahasiswa UMI, karena UMI ingin  mengembangkan potensi manusia secara maksimal, meliputi potensi akal, hawa nafsu, hati dan panca indera fisik. Kegiatan pencerahan qalbu ini akan dimaksimalkan menggali potensi hati dan hawa nafsu. Untuk mencerdaskan potensi hati dan hawa nafsu membutuhkan waktu khusus dengan meninggalkan kegiatan lain dan fokus beribadah kepada Allah SWT. Untuk itu, agar mahasiswa fokus mereka dipondokkan selama 30 hari.

Disamping itu, kegiatan pencerahan qalbu ini merupakan salah satu program unggulan UMI, kegiatan ini diharapkan dapat menjabarkan visi UMI “berilmu amaliah, beramal ilmiah dan berakhlakulqarimah”.  Kegiatan pencerah qalbu di Padanglampe fokus pada “beilmu amaliah dan berakhlakulkarimah”, sedang di kampus fokus “beramal ilmiah” . Diharapkan mahasiswa UMI yang sudah mengikuti pencerah qalbu selama 30 hari , ilmu yang telah diperoleh, nantinya dapat diamalkan dengan baik, khususnya ilmu yang berkaitan dengan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas) dan hubungan dengan Allah SWT (hablum minallah), dan amalan-amalannya semakin meningkat.

Program pencerahan qalbu di Pesantren Darul Mukhlisin UMI Padanglampe, Pangkep dimulai tahun akademik 2000/2001 , saat ini alumni pencerahan qalbu sudah menjapai 9000 orang. Berbagai instansi pemerintah dan swasta telah bekerjasama kegiatan pencerahan qalbu, seperti Polda Sulawesi Selatan (Siswa Bintara SPN Batua), Kopertis Wil. IX

Sulawesi, Departemen Agama Prov. Sul-Sel, Maba Fak. Teknik UNM angkatan 2007/2008, Universitas Gorontalo, Pemerintah Kab. Pangkep (Badan Diklat), Pemerintah Kab. Kolaka,  Majelis Taklim, dan  serta pecandu narkoba (obat-obat terlarang).

Selama berada di dalam lingkup pesantren mereka diarahkan pada standarisasi aspek spritualitas dan pembinaan akhlaq sehingga ketika menerima ide-ide yang berbasis rasioanalitas tanpa harus meninggalkan basis spritualitasnya. Konsep pencerdasan yang dikembangkan adalah kecerdasan intelektual, kecerdasan moral, kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual. Tiga kecerdasan yang disebut terakhir letaknya pada qalbu.

Kegiatan pokok di pesantren selama mengikuti Pencerahan Qalbu adalah kegiatan ibadah secara intensif, shalat berjamaah di masjid, zikir, diskusi dan kajian keislaman dan pembentukan sikap dan prilaku yang mulia melalui interaksi sosial antara dosen/pembimbing dengan mahasiswa (santri) maupun sesama mahasiswa santri sendiri. Sehingga rasa ukhuwah yang telah dibangun di pesantren dapat terbawa ketika masuk di kampus, di samping itu selama berada di lingkungan pesantren mereka diperlakukan dengan pola hidup sederhana, dan segala aktifitas dilakukan secara berjamaah.

(Humas UMI)