UMI Makassar – Berdakwah merupakan tugas setiap individu dan kelompok secara terprogram dan berkesinambungan dilaksanakan dengan sistematis. Demikian juga majelis taklim sebaga lembaga dakwah dan pendidikan non formal menjadi media untuk belajar ilmu agama dan diimplementasikan dalam kehidupan keseharian. Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar MA saat membuka pelatihan pengelolaan majelis taklim se Kota Makassar di Menara UMI Lt 2, Sabtu (19/11).

Pelatihan Majelis Taklim tersebut dilaksanakan Lembaga Pengabdian pada masyarakat (LPMD) yang juga dihadir sekretaris LPMD UMI, Drs H Abd Rauf Assagaf MPd dan KTU LPMD UMI, Hj Asni SE. Prof Masrurah juga menuturkan bahwa ada perbedaan pengelolaan Majelis Taklim dulu dan kini. Lembaga yang tidak hanya bernaggotakan perempuan ini tapi juga laki-laki. Majelis Taklim saat ini lebih modern, dikelola dengan baik mulai dari struktur pengurus, penyusunan kurikulumnya dalam menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan non formal dan dakwah.

“Pengelolaan manajerial menjadi hal urgen untuk pengembangan Majelis Taklim saat ini dan agar tetap berada di jalur pendidikan dan dakwa,” kata Prof Masrurah mengingatkan.

Sementata itu Abd Rauf Assagaf mengatakan kegiatan yang diikuti 50 orang tersebut merupakan utusan majelis taklim se-Kota Makassar dan ke depan akan dilakukan per angkatan melihat animo dan permintaan masyarakat. “Ini juga sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat yang dilakukan UMI melalui LPMD,” kata Abd Rauf Assagaf.

Kegiatan yang dilaksanakan dua hari (19-20/11/2016) tersebut selain peserta akan menerima materi dalam bentuk ceramah juga akan langsung praktik. Di antara narasumber yang dihadirkan Ketua MUI Sulsel, Dr AGH Sanusi Baco LC, Drs KH Zain Irwanto MA dan Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar MA, Prof Dr H Salim Basalamah, Dr Hj Nurjannah Abna M Pd dan Drs H abd Rauf Assagaf.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!