UMI Makassar – Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muslim Indonesia (UMI) bakal segera membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk program doktor Manajemen Pendidikan Islam.

Hal tersebut untuk menindaklanjuti Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7161 Tahun 2014 tentang ijin penyelenggaraan program studi Manajemen Pendidikan Islam pada Program Doktor Pascasarjana UMI.

“Proses penggodokan dibukanya program studi baru ini telah diupayakan sejak awal 2012 lalu, mengingat permintaan masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan doktor dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam ini cukup banyak,” kata Direktur PPs UMI, Prof Dr Basri Modding MSi dalam konferensi pers yang diadakan di Aula PPs UMI, Senin (5/1/2015).

Dalam konferensi pers tersebut, Prof Basri Modding didampingi oleh Ketua Yayasan Wakaf UMI Mokhtar Noer Jaya, Rektor UMI Prof Dr Masrurah Mokhtar MA dan Wakil Rektor I UMI Prof Dr Syahnur Said MSi.

Melalui surat keputusan yang dikeluarkan Diktis Kementerian Agama tersebut, program studi Manajemen Pendidikan Islam juga telah memeroleh akreditasi minimal yang selanjutnya dapat dilakukan proses akreditasi ulang sesuai dengan peraturan yang ada.

Prof Syahnur Said menambahkan, proses pelaksanaan perkuliahan semester genap akan dimulai pada 9 Maret mendatang. Sehingga, dalam kurun waktu sekitar dua bulan, PPs UMI dapat menyiapkan proses seleksi mahasiswa baru untuk prodi baru tersebut.

“Arahan dari Dirjen Diktis kemarin, PPs UMI sebaiknya menerima mahasiswa baru untuk prodi Manajemen Pendidikan Islam maksimal 30 orang yang dibagi dalam dua kelas, dimana setiap kelas hanya diisi sekitar 15 orang,” ujarnya.

Menurutnya, dengan terbatasnya kursi bagi mahasiswa baru tersebut, PPs UMI bakal melaksanakan proses seleksi yang cukup ketat, dimana calon mahasiswa baru harus melewati serangkaian tes seperti Tes Potensi Akademik, Tes Kemampuan Bahasa Inggris yang mensyaratkan nilai TOEFL.

Selanjutnya yakni Tes Wawancara untuk mengetahui kemampuan calon mahasiswa. Dalam tes ini pula, calon mahasiswa baru diwajibkan untuik mempresentasikan rencana proposal penelitian yang akan mereka ajukan.

Dalam konferensi pers tersebut, Prof Masrurah Mokhtar juga menyampaikan, dengan bertambahnya satu program studi baru, saat ini PPs UMI telah membina 13 program studi yang terdiri dari tiga program doktor dan  10 program magister.

“UMI merupakan satu-satunya perguruan tinggi di luar Pulau Jawa yang mendapatkan ijin penyelenggaraan Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam. Jadi, saya berharap agar kepercayaan ini bisa dijalankan dengan baik dan agar bisa suksesl dibutuhkan kerjasama seluruh pihak yang ada di PPs UMI,”katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Wakaf UMI Mokhtar Noer Jaya mengharapkan agar UMI dapat meningkatkan jumlah mahasiswa pascasarjana, dimana saat ini jumlah mahasiswa Pascasarjana UMI sebanyak 3967 orang untuk 12 program studi yang ada baik program doktor maupun magister.

“Saya berharap kedepannya jumlah mahasiswa Pascasarjana UMI dapat mencapai presentasi sebesar 45 persen dari jumlah keseluruhan mahasiswa yang di UMI,”tambahnya.

Untuk mampu menampung jumlah mahasiswa tersebut, pihak yayasan tentu akan berupaya menambah fasilitas perkuliahan dan semoga setelah berdirinya Grand Tower UMI yang memiliki 23 lantai, kebutuhan ruang perkulihan bagi mahasiswa Pascasarjana dapat terpenuhi tanpa harus menumpang di sejumlah fakultas lain.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!