Andi Mujihad, salah seorang alumni Fakultas Kedoktreran UMI asal Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba merupakan salah seorang Dokter Kecantikan di Indonesia yang bergabung sebagai tenaga pengajar/Trainer dalam menggunakan benang APTOS di Tbilis Georgia.
Andi Mujihad Putri kelahiran 8 Mei 1989 anak bungsu dari 3 bersaudara ayahnya bernama H. Andi Asri Asma dan Ibunya H. Nadirah merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar jurusan Kedokteran.
“Setelah menyelesaikan studinya, di FK UMI Andi Mujihad hijrah ke Kalimantan dan bekerja di perusahaan Batu Bara selaku Dokter”, Andi Mujihad saat mempresentasikan penggunaan benang Aptos dalam dunia kedokteran (IST) mendapat cinderamata dari dokter estetik dunia dan bedah plastik penemu dan pencipta benang APTOS, dr. Arlen Sulamanidze, MD.,Ph.D.
Sementara itu, Andi Mujahid dalam wawancara salah satu media mengatakan bahwa suatu kesyukuran yang tak terhingga bagi dirinya, rasa haru dan sebuah kesempatan emas dapat berguru langsung serta mempresentasikan hasil karyanya di depan para dokter estetik dunia dan bedah plastik penemu dan pencipta benang APTOS yaitu dokter Marlen Sulamanidze, MD,Ph.D serta dokter Konstantin Sulamanidze, MD selaku putranya.
“Keduanya merupakan Plastic Aesthetic Reconstructive Surgeon, Dermatologist, Cosmetologist, Co author of APTOS Methods (Georgia). Dimana benang APTOS ini sudah diakui oleh dunia dan mendapatkan penghargaan tiga tahun berturut-turut sebagai nominasi “The best Thightening Thread” yang digunakan oleh dokter bedah plastik dan dokter kecantikan dalam mengatasi tanda-tanda penuaan,” jelasnya.
“Alhamdulillah, saya mewakili Indonesia dinyatakan resmi bergabung sebagai tenaga pengajar / Trainer dalam menggunakan benang APTOS kepada dokter-dokter Estetik dan mendapatkan tiga sekaligus sertifikat penghargaan atas hasil yang luar biasa pada metode penggunaan benang Aptos,” tambahnya.
Sekedar diketahui, Tbilisi adalah ibu kota dan kota terbesar di Negara Georgia yang terletak di tepi Sungai Kura. Terkadang kota ini masih disebut dengan nama Turki Tiflis. Luas wilayahnya 350 km² dengan jumlah penduduk 1.345.000 jiwa. Kota ini pernah menjadi ibu kota Republik Sosialis Soviet Georgia semasa pemerintahan Uni Soviet.

(HUMAS)