Dari tiga  perguruan tinggi yang  dikunjungi AMINEF untuk sosialisasi beasiswa, selain UNHAS dan UNM, UMI juga mendapatkan kunjungan tersebut. Hal ini disampaikan Program Assistant AMINEF untuk Indonesia,  Miftahul Mardiyah yang akrab disapa ‘Mitha’ mengawali sambutannya pada acara sosialisasi program Fullbright USA yang merupakan program beasiswa pertukaran pelajar internasional, pascasarjana dan professional, di ruang senat kampus II UMI Universitas Muslim Indonesia.

Hadir dalam acara tersebut, wakil Rektor IV UMI, Bidang kerjasama, Prof.Dr.Ir.H. Abdul Makhsud,DEA., Wakil Dekan I dan Ketua Prodi dalam lingkup UMI dan Pengurus BEM serta beberapa alumni yang berminat untuk melanjutkan studi di luar negeri.

Mitha mengawali presentasi dengan menjelaskan mengapa AMERIKA SERIKAT pantas menjadi pilihan pertama untuk studi lanjut. Alasan pertama, 13 orang dari Kabinet Bersatu merupakan lulusan Amerika termasuk Presiden Soesilo Bambang Yudoyono. Kedua, 70 penerima Nobel merupakan  dosen dari Amerika dan ketiga ada kurang lebih 4.500 jumlah Universitas yang ada di Amerika.

“Program Fullbright merupakan bentuk kerjasama yang dilakukan Pemerintah RI dengan Amerika melalui pertukaran pelajar dan beasiswa akademik bagi masyarakat Indonesia,” ujar Mitha menambahkan.

Sementara itu, wakil Rektor IV UMI, Bidang kerjasama, Prof.Dr.Ir.H.Abdul Makhsud,DEA mengucapkan terima kasih kepada AMINEF  yang memberi kepercayaan kepada UMI untuk sosialisasi program ini untuk memberikan gambaran atau peluang kepada civitas akademika UMI untuk melanjutkan study di luar negeri, baik bagi mahasiswa, alumni S-1 dan pascasarjana  maupun  yang sudah S-3 untuk melakukan  penelitian. Karena itu, mantan Dekan Fak. Teknik UMI ini memberikan motivasi kepada peserta yang hadir untuk betul-betul memanfaatkan kesempatan ini untuk lebih meningkatkan kualitas keilmuwan yang dimiliki. Kepada Wakil Dekan I dan Prodi diharapkan dapat meneruskan informasi yang disampaikan kepada dosen yang akan melanjutkan studi lanjut  lingkungan masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, beberapa alumni S-1 dan dosen yang hadir telah mengisi dan mengembalikan formulir  yang diserahkan kepada Miftahul Marduyah, Program Assistant AMINEF untuk Indonesia.

(Humas UMI)