UMI Makassar – Wakil Rektor I Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Prof Dr H. Syahnur Said, SE, M.Si melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan program keaksaraan fungsional tingkat dasar kerjasama UMI dengan Dinas Pendidikan Sulsel, di Desa Bonto Manai, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Selasa, 30 Desember 2014.

Dalam sambutannya, wakil Rektor I UMI Prof. Dr. H. Syahnur Said, SE, MSi menyatakan, sangat senang melihat masyarakat di Desa Bonto Mania begitu antusias dan bersemangat untuk belajar menulis, membaca dan menghitung, walaupun usianya sudah lanjut.

Program ini berlangsung selama 6 bulan, tapi kenyataannya baru dua bulan berjalan, umumnya sudah dapat mengenal huruf, dapat menulis dan menghitung, diharapkan sisa waktu yang ada dapat dimaksimalkan untuk terus belajar, sehingga program ini dapat berhasil, sebagaimana yang diharapkan, masyarakat yang ada di desa dapat terbebas dari buta aksara.

“Pihak terkait, khususnya dinas pendidikan dapat ikut bersama-sama dalam mensukseskan program ini, khususnya pengadaan buku-buku dan alat peraga untuk memudahkan dan memperlancar dalam proses belajar, dan ini sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena disamping terbebas dari buta aksara, juga dibekali dengan peningkatan keterampilan, berupa belajar keterampilan tata rias dan  kerajinan tangan, dapat memberi dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hasil dari keterampilan tersebut dapat dijual di pasar, sehingga pendapatan masyarakat dapat terangkat.

Ketua Lembaga Pengabdian pada Masyarakat dan Dakwah (LPMD) UMI Prof. Dr. H. Salim Basalamah, SE, Msi juga menyatakan, program keaksaraan fungsional tingkat dasar ini dilaksanakan atas kerjasama LPMD UMI dengan Dinas Pendidikan Sulsel, dengan tiga kegiatan utama, yaitu; belajar membaca, menulis dan berhitung, dan dilengkapi dengan kegiatan keterampilan berupa tata rias, membuat tas dan merangkai  manik-manik menjadi gelang dan kalung.

Program keaksaraan fungsional ini sudah berjalan sejak tahun 2006 sampai sekarang, kegiatan ini  difokuskan di desa-desa mitra binaan UMI yang tersebar di Sulsel. Khusus di Desa Bonto Manai diikuti 100 orang yang dibagi dalam 10 kelompok, dan diharapkan kedepan program ini dapat berlanjut terus, khususnya tingkat lanjutan.

Disamping itu, kepala desa Bonto Manai Nasrullah juga menyatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat dan membantu pemerintah dan masyarakat mengurangi buta aksara khususnya di desa Bangkala. Sekarang ini masyarakat di Desa Bangkala sangat gembira dan terbantu karena  sebagain besar sudah dapat menulis, membaca dan menghitung. Disamping kegiatan belajar tulis, baca dan menghutung, juga ada kegiatan belajar tata rias, membuat tas dan pernik-pernik kerajinan tangan, sehingga masyarakat kami memiliki keterampilan dan dapat meningkatkan pendapatannya.

Ikut dalam rombongan monitoring dan evaluasi program keaksaraan fungsional tingkat sadar di Desa Bonto Manai, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Drs. Safri, M.Pd dari Dinas Pendidikan Sulsel, Dekan Fak. Pertanian UMI Ir. Annas Boceng, MSi Drs. H. Rauf Assagaf, M.Pd, Sekretaris LPMD UMI dan staf LPMD UMI.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!