Kajian Hadis Ahkam berlangsung di Masjid Kampus 2 UMI membahas “Prilaku Manusia yang Berhubungan Sex Dengan Sesama Jenis atau Dengan Binatang” oleh Dr.H.M.Thahir Bandu,MA (20/12). Hadir Ketua LPDKI UMI Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA, sejumlah dosen dan ratusan mahasiswa UMI.

Ustaz Tahir mengatakan bahwa Nabi bersabda “Siapapun yang kamu dapatkan melakukan hubungan sex dengan sejenis atau dengan binatang, maka bunuhlah orang tersebut dan hewan tersebut juga dibunuh”.

“Ada yang bertanya, “bagaimana dengan hewan tersebut, mengapa harus dibunuh, atau nanti hewan tersebut melahirkan sepotong manusia dan sepotong binatang?”,” ungkapnya.

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Nabi tidak mau makan daging hewan yang pernah disetubuhi oleh manusia tersebut.

Dikatakan pula, Turmuzy menyatakan bahwa umat Islam tidak boleh memanfaatkan binatang tersebut, baik daging, kulit atau tulangnya tidak boleh dimanfaatkan. Demikian halnya orang yang berhubungan dengan sejenis (homosex atau lesbian), agar keduanya langsung dibunuh dan juga dilaknat oleh Allah SWT, sebagaimana yang terjadi dalam sejarah umat Nabi Luth.

Usman Hadi, salah seorang jamaah masjid bertanya, bagaimana dengan dilegalkannya hubungan sex sejenis di Belanda dan beberapa negara di Barat? Ustaz Tahir menjelaskan bahwa hukum ini berlaku bagi umat Islam, bagi penganut agama lain, mungkin ada juga ajarannya yang mengaturnya.

(Humas UMI)