Ketua Umum Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Prof.Dr. Jimly Asshiddiqie, MA akan hadir memberikan kuliah umum yang dirangkaikan dengan pembukaan Sosialisasi Penegakan Kode Etik Penyelenggara Pemilu yang dilaksanakan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar DKPP tanggal 30 November 2012 di Auditorium al Jibra Kampus 2 UMI jam 08.30-11.00. Hal ini disampaikan ketua Panitia yang juga Wakil Rektor (WR) I Bidang Akademik, Prof.Dr. H. Syahnur Said, MS  di ruang kerjanya Kampus 1 UMI Jl Kakatua (29/11).

Kuliah umum yang digelar di Auditorum Al Jibra Kampus II UMI akan diikuti 500 orang terdiri atas Peserta Sosialisasi Kode Etik, Pimpinan Perguruan Tinggi, Pimpinan Instansi dan Civitas akademika UMI.

Lanjut dikatakan, Kegiatan Sosialisasi Penegakan Kode Etik Penyelenggara Pemilu insya allah akan dilaksanakan tanggal 30 November s.d 1 Desember 2012 yang akan berlangsung di  Hotel Swiss Bell, Jl.Adhyaksa No. 55 dan akan diikuti 150 orang terdiri atas penyelenggara pemilu, KPU dan Panwaslu se-Sulsel, Instansi Kesbang dan bidang hukum, Pimpinan perguruan Tinggi se- Indonesia Timur, Praktisi Hukum, LSM, Media Massa dan Mahasiswa.

“Mereka telah dikirimkan undangan dan akan membawa surat mandat/tugas dan mengisi form kepesertaan pada saat check in kepada panitia,” ujar Guru Besar Fak. Ekonomi UMI ini.

Mantan Dekan Fakultas Ekonomi ini juga mengatakan bahwa kegiatan yang akan menghadirkan narasumber Ketua Umum DKPP, Prof. Dr. Jimly Ashhiddiqie., Komisioer DKPP dan para pakar dibidangnya, Prof.Dr. H. Aswanto, Prof.Dr. H.A. Muin Fahmal., Dr. Yudi Latief., dan Prof.Dr. Hj. Masrurah Mokhtar,MA.,(Rektor UMI)  serta ketua APTISI (Prof.Dr. H. Hambali Thalib, SH.MH) yang bertujuan  meningkatkan kesadaran bersama mengenai etika berbangsa , meningkatkan kesadaran dan perilaku  etika penyelenggara pemilu  untuk mengawal pemilu jujur, adil dan demokratis serta memberikan pemahaman kepada masyarakat, baik penyelenggara pemilu, peserta pemilu dan kalangan media massa sebagai upaya  mengantar dan mengawal pelaksana pemilu dan pilkada agar tetap berkomitmen untuk menjaga kemandirian, integritas, dan kredibilitas penyelenggara pemilu.

Dipilihnya UMI sebagai pelaksana merupakan pilihan strategis karena UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah merupakan potensi dan kekuatan dalam memberikan pemahaman kepada seluruh elemen masyarakat, baik penyelenggara pemilu, peserta pemilu dan kalangan media massa sebagai upaya  mengantar dan mengawal pelaksana pemilu dan pilkada agar tetap berkomitmen untuk menjaga kemandirian, integritas, dan kredibilitas penyelenggara pemilu.

(Humas UMI)