“Saat ini pertumbuhan dan perkembangan Perguruan Tinggi Islam Swasta di Indonesia cukup menggembirakan, tercatat kurang lebih 480 PTIS se Indonesia. Data ini mengindikasikan bahwa PTIS merupakan salah satu potensi yang sangat besar, hal ini disampaikan Ketua Dewan Penasehat BKS PTIS, Dr. (HC). Drs. H. M. Jusuf Kalla sebagai keynote speaker di depan seluruh peserta Rakernas Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta se Indonesia (BKS-PTIS) dan Peserta Seminar Kebangsaan dan Moderasi Islam yang dilaksanakan di Universitas Islam Indonesia (16/11).

BKS PTIS memiliki peran strategis untuk menciptakan masyarakat yang maju, berdaya saing tinggi sekaligus mendorong inovasi untuk meningkatkan daya saing PTIS serta peran sentral dalam mendesain formasi bangsa ke depan. PTIS memiliki peran dalam menghasilkan daya saing lulusan dalam pasar kerja yang mampu memenangkan persaingan pasar kerja.

Di beberapa negara maju, kebijakan korporasi pendidikan tinggi ditemukan sebagai strategi paling ampuh dalam memacu keunggulan dan daya saing perguruan tinggi. Karena itu, kerjama, korporasi antar PTIS saling menguntungkan untuk pengembangan institusi dalam melahirksn SDM yang tidak hanya mencetak alumni yang cerdas dari aspek intelektual, tetapi juga mencakup kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual.

Kita tidak boleh hanya bangga dengan kejayaan yang kita miliki zaman dulu, tapi yang harus kita pikirkan bersama dengan kekuatan kerjasama, bagaimana masa depan bangsa, melahirkan SDM yang berkualitas, yang fokus, professional dan siap bersaing di era 4.0. yang mampu mempersatukan bangsa.

Sementara itu, Ketua Umum BKS PTIS, Prof.Dr. H. Syaiful Bakhri, SH.,MH dalam sambutanya mengatakan, Rakernas tahun 2019 di UII ini, bertujuan merumuskan program strategis sebagai penyelengara pendidikan yang berkontribusi besar terhadap pembangunan bangsa. Ada 4 hal dalam mengelola PT, yaitu meningkatkan kualifikasi dan kualitas mode pembelajaran, mewujudkan Universitas professional dan memiliki kemanfaatan, PTIS menjadi rister Unisersity, yang tidak hanya digunakan untuk kegemilangan ilmu tapi diaplikasikan dunia bsinis, mendidik mahasiswa menjadi enterprenur, dan menjadi contoh kita Bapak Dr. H. M. Jusuf Kalla, sosok enterprenuer sejati yang juga negarawan. Selain itu,PTIS melakukan islamisasi ilmu pengetahuan, dengan jalan memberikan corak dan warna keislaman terhadap seluruh disiplin ilmu yang diberikan kepada mahasiswa.

Alhamdulillah, saat ini mutu dan daya saing perguruan tinggi islam swasta sejajar dengan PTN, seperti UII dengan UGM, UMI dengan UNHAS, karena itu tentu kita lebih memaju diri untuk saling menguatkan dalam mengembangkan diri dan menyerap keterampilan management best practice sehingga dapat menjalankan good university governance.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Rektor Universitas Islam Indonesia, Dr. Fathul, mengatakan bahwa kegiatan rakernas yang berlangsung tanggal 16 -17 November 2019, bertujuan memperkuat persatuan dan kesatuan PTIS se-Indonesia dalam komitmen bersama untuk merumuskan langkah strategis, memiliki daya saing tinggi dalam kancah internasional, dan menghasilkan lulusan yang berkualitas serta mampu memberikan tawaran solusi terhadap berbagai masalah kemanusiaan dan kebangsaan.

Rakernas BKS PTIS tahun 2019, selain dilaksanakan seminar kebangssan dan moderasi Islam menghadirkan Ketua Dewan Penasehat BKS PTIS yang juga Wapres RI Tahun 2004-2009 dan 2014-2019, Dr. (HC). Jusuf kalla dan Prof.Dr. Muhammad Mahfud MS.,SH.,S.U., (Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan dan Anggota Dewan Penasehat BKS PTIS). Setelah itu dilanjutkan, Rakernas.

Sementara itu, Rektor UMI yang juga Wakil Ketua Bidang IV BKS PTIS Prof. Dr. H. Basri Modding,SE.,MSi di sela-sela acara mengatakan, Forum ini strategi sebagai media kerja sama untuk meningkatkan kapasitas institusi dan berkontribusi konkrit untuk saling mendukung pertumbuhan PTIS sebagai pusat pembentukan generasi muda islam masa depan. PTIS sebagai centre of excellence memiliki peran strategis dalam mempertahankan pendidikan yang memberikan sumbangan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa yang dinafasi nilai-nilai ke-Islaman. Tentunya dalam rakernas ini juga mendorong anggota BKS PTIS untuk mengintegrasikan nilai keislaman ke dalam sIstem Pendidikan sehingga melahirkan alumni PTIS yang memiliki nilai plus, selain memiliki wawasan teoritis dan keterampilan yang dibutuhkan di era distruption 4.0, juga memiliki basic competency dalam bidang agama.

Nampak hadir, Ketua Dewan Pembina BKS PTIS, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar,MA, Dewan Penasehat, Prof. Dr. Edi Suedi Hamid, H. M. Mokhtar Noerjaya, Pimpinan PTIS, Pengurus BKS PTIS Periode 2019-2024.

(HUMAS)