UMI Makassar – UMI senantiasa berupaya meningkatkan kesejahteraan bagi dosen dan karyawan termasuk dalam hal jaminan kesehatan. Hal tersebut disampaikan Rektor UMI Prof Dr Masrurah Mokhtar MA dalam acara Sosialisasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bagi seluruh dosen dan karyawan Yayasan UMI di Auditorium Al Jibra UMI, Selasa (23/9).

“Tentu masalah jaminan kesehatan bagi seluruh karyawan ini adalah salah satu fokus UMI karena sebagai sebuah lembaga yang cukup besar di Indonesia Timur, sudah sepatutnya memenuhi hak-hak seluruh karyawan,”ujar Prof Masrurah.

Untuk itu, Prof Masrurah mengharapkan agar seluruh dosen dan karyawan UMI dapat menjadi peserta BPJS Kesehatan, dimana BPJS Kesehatan pun merupakan program pemerintah untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada seluruh warga negara.

Kepala Departemen Pemasaran dan Kepesertaan BPJS Kesehatan Divisi Regional Sulseltrabar, Adi Siswadi mengatakan jaminan kesehatan merupakan tanggung jawab instansi pemberi kerja dan pekerja itu sendiri.

Penerima bantuan iuran merupakan peserta BPJS, dimana iurannya menjadi tanggungan negara seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI/ POLRI dan rakyat miskin yang sebelumnya sebagai penerima Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

Sedangkan, peserta bukan penerima bantuan iuran yakni peserta BPJS Kesehatan yang setiap bulannya menyetorkan sejumlah iuran kepada BPSJ Kesehatan.

“Besaran iurannya 4,5 persen dari gaji pokok ditambah dengan tunjangan tetap setiap bulannya. Dimana, empat persen menjadi tanggungan pemberi kerja dan 0,5 persen menjadi tanggungan pekerja. Namun, mulai 1 Juli 2015 akan menjadi lima persen dengan rincian, empat persen tanggungan pemberi kerja dan satu persen dari pekerja,”ujarnya.

(Humas UMI)