Perkembangan dan kemajuan  dunia mendorong warga Indonesia khususnya dunia pendidikan tinggi mengharuskan kesiapan institusi dan sumber daya PTN/PTS harus mampu berkompetisi  dan fight dalam menyiapkan diri berkompetisi terkhusus menyambut AFTA tahun 2014.

“Mau tidak mau diperlukan kesiapan institusi pendidikan dan sumber daya manusia yang siap berkompetisi di kancah dunia global,” ungkap Prof. Dr. Joko  Nugroho, Biro Perencanaan dan kerjasama luar negeri Kemendikbud di depan Ketua dan staf Kantor Urusan Internasional  (KUI) PTN/PTS yang berlangsung di ruang rapat Rektorat Menara UMI lantai 9 (13/11).

Hadir dalam acara tersebut Pejabat Rektor UMI, Dr. Ir. H. ISkandar BP,MSc., Kepala Humas dan Kantor Urusan Internasional (KUI) UMI, Hj. Nurjannah Abna, UNHAS dan Univ. 45.

Kehadiran Prof Joko di UMI dengan menghadirkan Kepala KUI PTN/PTS bertujuan untuk lebih  mengoptimalkan peran KUI untuk pengembangan program internasionalisasi pendidikan di perguruan tinggi, sebagai salah satu unit yang membantu memberikan pelayanan kerjasama luar negeri dibidang pendidikan, koordinasi dengan instansi dan prosedur memperoleh bea siswa, pengurusan dokumen keberangkatan luar negeri maupun kedatangan darma siswa dari luar negeri.

“Beberapa program yang dapat dilakukan diantaranya  mendesain short course program 10 hari, program BIPA, dan menjalin kemitraan dengan lembaga yang dapat memfasilitasi dalam mengembangkan jaringan peluang yang dapat dimanfaatkan dalam bentuk beasiswa, pertukaran mahasiswa, tenaga pengajar, penelitian dan lain sebagainya, jelas alumni UGM ini.

Sementara itu, pejabat Rektor UMI, Dr. Ir. H. Iskandar BP,MSc dalam sambutan penerimaan, memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perkenan Prof Joko dari BPLKN kemendikbud RI untuk bersilaturahmi dan menunjuk UMI sebagai tempat pertemuan/diskusi kepala KUI PTN/PTS di Makassar, meskipun yang sempat hadir hanya 3 (tiga) yaitu UMI sebagai tuan rumah, UNHAS dan UNM.

Pembentukan KUI sebagai satu unit dalam institusi kelembagaan Universitas Muslim Indonesia telah ada sejak 2010, hal ini bertujuan membantu pencapaian visi dan misi Pimpinan UMI mewujudkan UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah menuju World Class University. Saat ini, KUI masih dijabat oleh kepala Humas dan KUI UMI. Lembaga ini masih terhitung baru, sehingga kehadiran Prof Joko tentu memberikan wawasan untuk pengembangan KUI ke depan.

(Humas UMI)