Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus berupaya menyediakan layanan yang maksimal bagi calon mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021.

Meski telah disediakan layanan berbasis full online, namun tetap masih ada camaba yang mengaku terkendala. Sehingga, tanpa menunggu lama, UMI langsung jmembuat kebijakan dengan layanan pendaftaran berbasis offline.

Wakil Rektor I UMI, Dr. Ir. H. Hanafi Ashad, M.T mengatakan, meski layanan offline juga dibuka, pihaknya tetap akan melayani layanan berbasis online.

“Iya jadi hasil rapat pimpinan, kami membuka layanan offline di lantai 2 Menara UMI. Di sana akan mendapat layanan dari petugas,” ungkap Dr. Hanafi Ashad.

Lalu bagaimana dengan ketentuan protokeler kesehatan?, mantan Dekan Fakultas Teknik UMI ini memastikan jika pendaftaran offline di Lantai 2 Menara UMI tetap dengan komitmen awal terkait layanan dengan berbasis protokeler kesehatan yang ketat.

“Pastinya harus ketat, mulai dari phisical distancing, penggunaan masker dari rumah, penyediaan tempat cuci tangan, dan lain sebagainya,” tutur Hanafi Ashad.

Untuk berkas, kata Hanafi Ashad, sama seperti yang disyaratkan dalam pendaftaran online diantaranya, Fotocopy Kartu Keluarga (jika tidak punya KTP), Fotocopy nilai semester 5 sekoah menengah atas atau yang setingkat, dan surat keterangan lulus bagi yang belum punya ijazah.

“Itu semua yang wajib disiapkan. Sedangkan pendaftaran akan segera berakhir pada 12 Juli 2020 mendatang. Jadi bagi camaba yang ingin mendaftar, agar segera melakukan pendaftaran, sebelum masa pendaftaran ditutup,” bebernya.

Sekedar informasi, ujian tes masuk Camaba UMI akan berlangsung pada tanggal 16 Juli 2020 mendatang.

(HUMAS)