Makassar, UMI.AC.ID – Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) mendukung penuh langkah Pemerintah Kota Makassar menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebagaimana diketahui bahwa pemberlakuan efektif PSBB , selama dua pekan sejak 24 April hingga 7 Mei 2020 mendatang. Sebelum itu, pemerintah telah melakukan sejumlah tahapan, salah satunya sosialisasi.

Bersama Polrestabes Makassar, Tim Relawan Covid 19 Fakultas kedokteran UMI, melakukan Gerakan sosial dengan sosialisasi pentingnya menjaga kesehatan selama covid 19 ini makin meluas dengan stay at home, gunakan masker jika keluar rumah dan sekaligus membagikan masker dan handzanistizer secara gratis kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker di perbatasan Makassar dan Gowa.

Hal ini disampaikan Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran UMI dr. Syamsu Rizal menyebutkan, pembagian masker dan hand sanitizer itu dilakukan di perbatasan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Jalan Sultan Alauddin (26/4).

“Tim Relawan Covid 19 FK UMI, melakukan sosialisasi di perbatasan Gowa dengan Makassar dengan kegiatan berupa pembagian masker dan handsanitizer kepada masyarakat, terkhusus kepada mereka yang tidak mengenakan masker, kami berikan masker, agar mereka bisa menjaga diri dari penyebaran Covid 19 ini ,” ungkap dr ical, panggilan akrabnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung satu hari tersebut, kata dr. Syamsu Rijal, pihaknya menerjunkan 4 orang yang dikoordinir salah seorang Dosen FK UMI bersama 3 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran UMI.

“Tujuannya mensupport pelaksanaan PSBB di Makassar untuk mengedukasi masyarakat pentingnya menjaga kesehatan dnegan memperhatikan prinsip-prinsip physical distanding dan social distancing. Tentu juga saya meminta mahasiswa untuk menjadi contoh kepada masyarakat saat berada di lapangan, menjaga jarak, mengenakan masker dan menggunakan handsanistizer, ujar dr. Syamsu Rijal.

“Kita memiliki tanggung jawab bersama dengan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kalau ada kesadaran dari masyarakat ya tentu harapannya mata rantai dari covid ini bisa seceoatnya dihentikan,” harapnya.

(HUMAS)