Catatan Leadership Development Course for Islamic Women Leader di Melbourne (Part IV)

UMI Makassar – Hari ke delapan, Senin 25 September 2017, jam 8 pagi peserta sudah berkumpul kembali bersama pendamping Kylie dan Yusria dan menuju ke Deakin University City Campus di Corparate Centre Level 12, Tower 2, 727 Collins St Dockland. Bersama dengan fasilitator program Leadership Development yaitu Dr. Rebecca Barlow, Ms Annemarie Ferguson dan Prof Sharam Akbarzadeh, dilakukan mid course review, dimana peserta diminta untuk merefleksikan apa yang sudah diperoleh melalui program ini menggunakan kartu. Suatu cara yang menarik untuk melakukan refleksi.

Kegiatan lain pada hari kedelapan adalah diskusi panel bersama tokoh perempuan di deakin University yaitu Prof. Andrea Witcomb, Deputy Director (Governance) di the Alfred Deakin Institute dan Dr Bree Gorman-Holz, manajer kesetaraan gender. Kedua panelis menyampaikan berbagai program unggulan dari Deakin university dalam mendorong kesetaraan kaum perempuan untuk bekerja dan mengembangkan dirinya mencapai karir tertinggi di Deakin University. Berbagai program, termasuk program formal/informal mentoring diberikan kepada staf yang masih muda untuk bias mengembangkan dirinya.

Pada hari kedelapan ini, peserta mengakhiri acara resmi untuk belajar hingga tengah hari. Setelah makan siang, peserta memperoleh kesempatan untuk berkunjung ke Melbourne Zoo, kebun binatang yang memiliki koleksi fauna cukup lengkap dari seluruh dunia dan utamanya adalah binatang asli Australia seperti burung Emu, Koala dan Kangguru.

Hari kesembilan, Selasa, 26 September 2017,

Tepat jam 08.45 waktu Melbourne (2 jam lebih awal dari waktu Makassar) , 29 peserta AA Leadership program menuju Deakin University on Collins St didampingi Kylie dan Yusria menggunakan free tram. Kota Melbourne memiliki sistem transportasi yang sangat mengagumkan, anda bisa berkeliling kota menggunakan tram secara gratis. Penumpang hanya membayar biaya perjalanan menggunakan kartu pr- bayar mykie jika melakukan perjalanan di luar kota atau yang umum disebut suburb.

Kegiatan utama pada hari kesembilan adalah diskusi panel dengan para selebriti media di Victoria yaitu Jamila Rizvi, seorang penulis, presenter and komentator politik terkenal; Sushi Das, wartawan senior RMIT ABC Fact Check dan Del Irani, Wartawan dan Finance Presenter di ABC News Breakfast dengan topic ‘Perempuan di Media dan Publik’.

Peserta menerima insight yang sangat menarik dan bermanfaat dari para panelis. Del Irani mengatakan bahwa posisi yang diraihnya tidaklah mudah bagi seorang wanita dan kebetulan juga dari kulit berwrna. Kesulitan yang diterimanya dalam membangun karir di media Australia (setelah selama 5 tahun berkarir di India), tidak menyurutkan untuk meraih cita-citanya.

Dengan kemampuan, pengetahuan dan kegigihan Del dapat meraih pekerjaan yang diidamkan dan mampu membuktikan bahwa dia adalah orang yang tepat sebagai host dalam bidang ekonomi dan bisnis di channel TV ABC News. Kalimat kunci dari Del Irani adalah bahwa ‘Perempuan harus berjuang meraih kesempatan’. Pernyataan ini diamini oleh Sushi Das yang berjuang dengan keras dan cerdas untuk meraih posisi saat ini. Sushi sangat berani dalam memperjuangkan kesetaraan gender di dunia media yang umumnya adalah dunia laki-laki, dia mencari cara cerdas agar bisa diterima secara sejajar oleh rekan kerja laki-lakinya. Jamila Rizvi, seorang presenter perempuan yang sangat popular menyatakan bahwa dalam memperjuangkan kesetaraan gender maka bukan hanya melalui teori tetapi juga melalui tindakan. Sebagai seorang yang memperjuangkan kesataraan gender dan multikulturalisme di media, Jamila tidak hanya mendorong kesetaraan gender di dunia kerja, namun juga memulainya dari pendidikan di keluarganya.

Setelah santap siang, diskusi panel dilanjutkan dengan menghadirkan pemimpin perempuan yang duduk di parlemen di Victoria yaitu Inga Peulich (Shadow Minister (menteri oposisi) untuk urusan multicultural dan anggota parlemen partai Liberal), Samantha Dunn, (anggota parlemenpartai Green) dan Nina Springle (anggota parlemen partai Green).

Inga Peulich yang memiliki latar belakang dari keluarga imigran dari eropa Timur, mengatakan bahwa perempuan terjun di dunia politik karena suatu pilihan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dan khususnya perempuan. Perempuan yang terjun ke politik harus memiliki pengetahuan, jaringan yang kuat, dan harus percaya pada kemampuan dirinya. Samantha dan Nina, menambahkan perlunya intelektualitas, kemandirian perempuan serta kemampuan bernegosiasi baik dengan kaum pria maupun berbagai pihak dalam mengawal kebijakan partainya yang berujung pada kesejahteraan masyarakat yang diwakilinya. Meskipun harus mampu bernegosiasi, namun keteguhan dalam menyuarakan prinsip pribadi adalah juga hal yang perlu dimiliki oleh anggota parlemen, termasuk anggota parlemen perempuan. Dalam mengakhiri diskusi, Inga menambahkan bahwa keberhasilan dirinya berkarir di parlemen lebih dari dua decade adalah karena dukungan dan kepercayaan yang diperoleh dari keluarga besarnya yaitu orangtua, suami dan anak-anaknya.

Hari kesembilan merupakan hari yang penuh dengan tambahan ilmu pengetahuan bagi para peserta. Para wanita yang sukses berkarir di media dan parlemen adalah para wanita yang juga sukses dalam membangun keluarganya. Dukungan dan kerjasama dengan keluarga menjadi pendorong bagi para perempuan untuk mencapai kesuksesan membina karirnya.

Hari Kesepuluh, Rabu, 27 September 2017

Pada hari kesepuluh, para peserta AA leadership program, memperoleh bekal pengetahuan dalam mengelola stress dan mempertahankan kesejahteraan pribadinya. Thea’O Connor, konsultan dalam bidang pemeliharaan kesehatan melakukan presentasi mengenai bagaimana seharusnya wanita dalam melakukan identifikasi kelelahan, stress, mengenali tanda-tanda kepenatan serta berbagi tips bagaimana cara-cara untuk mengatasinya. Hal yang menarik, sebelum memberikan materi, Thea melakukan survey mengenai tingkat stress yang dimiliki oleh peserta. Ternyata dari hasil kuesioner, para peserta memiliki tingkat stress yang secara umum lebih rendah dari survey yang dilakukan oleh Thea pada perempuan Australia. Dari diskusi yang dilakukan, para peserta memiliki berbagai cara yang khas Indonesia dan Islam dalam mengelola kesejahteraan pribadinya. Kemampuan untuk menerima, percaya kepada Allah dan kedekatan hubungan dengan keluarga menjadi salah satu factor untuk mengurangi tingkat stress.

Setelah makan siang, peserta memperoleh materi mengenai ‘Mentoring’ yang disampaikan oleh Dr Rebecca Barlow dan Ms Anne Marie Ferguson. Topik ini sangat menarik.

(Humas UMI)

Previous UMI Gandeng DPP KAI Sepahami PKPA, Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat
Next UMI Gelar Festival UKM se-UMI

You might also like

Akses ke Jurnal Nature.Com

Disampaikan kepada civitas akademika Universitas Muslim Indonesia (peneliti, dosen dan mahasiswa), bahwa Anda dapat mengakses informasi jurnal terupdate dari Nature.Com dengan langsung mengakses www.nature.com Silahkan klik file pdf dibawah ini

Pembina STIKES Mega Rezky Makassar Raih Doktor di PPs UMI

UMI Makassar – Pembina STIKES Mega Rezky Makassar, Alimuddin, berhasil meraih gelar doktor Bidang Ilmu Hukum di Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Jl Urip Sumoharjo, Selasa (15/12). Alimuddin,

UMI, KEKER & SKEMA, Ramadhan Berbagi

Inilah dia foto-foto UMI bersama KEKER dan SKEMA berbagi dalam rangka Ramadhan yang digelar hari Sabtu, 27 Juni 2015. (Humas UMI)