Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) masih terus mengulurkan tangan untuk korban Bencana alam Mamuju dan Mejene, Sulawesi barat sampai saat ini.

Bantuan kesehatan, logistik kebutuhan dasar penyintas, hingga ke inovasi kelistrikan demi memberikan pencahaayan bagi korban di lokasi pengungsian.

Setelah bantuan berupa panel listrik tenaga surya atau PLTS dipasang di shelter/kamp pengungsian, rumah warga, dan rumah ibadah, dari sejumlah donator yang dialurkan dan lewat Fakultas teknologi Industri UMI, kini relawan ini kembali membuat terobosan.

Relawan yang dipimpin langsung oleh Dekan FTI UMI, Dr. Ir. Zakir Sabara H Wata, S.T, M.T, IPM ASEAN Eng ini kembali menerima donasi berupa bahan antena penguat sinyal telepon seluler.

Antenayang berjumlah tiga set tersebut, dikatakan Zakir Sabara, dirakit langsung oleh mahasiswa FTI di FTI, Kampus II UMI, Jl Urip Sumoharjo, Makassar.

Alumni Prodi Teknik Kimia UMI ini menyebutkan, antena penguat sinyal merupakan hibah dari Forum Komunikasi Organisasi Masyarakat Indonesia (Forkomasi) Korea Selatan. Ini diperantarai oleh dai kondang, Ustadz Das’ad Latief berupa uang tunai senilai Rp 25 juta.

“Sehingga di shelter pengungsi, di kamp pengungsi, (warga) yang sekarang kesulitan berkomunikasi dengan orang luar, insya Allah kami akan semaksimal mungkin bersama Tim Relawan dan Bantuan Kemanusiaan Mahasiswa FTI UMI merakit lalu kami pasang bersama panel listrik di kamp pengungsi,” kata Zakir Sabara H Wata.

Rencananya perangkat itu akan dipasang di Desa Tamarimbi, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, pada akhir pekan ini.

Di desa ini pula tim FTI UMI sebelumnya telah memasang puluhan panel surya hibah dari sejumlah organisasi, perorangan, dan perusahaan.

(HUMAS)