Fakultas Sastra (FS) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar gelar Seminar Nasional Bulan Bahasa 2018, di lantai 2 Hotel d’Maleo, Jl. Pelita Raya, Bua Kana, Rappocini, Kota Makassar, Selasa (30/10).

Seminar tersebut mengangkat tema penguatan bahasa, sastra, budaya, dan komunikasi sebagai penghela ilmu pengetahuan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

Dekan FS UMI, Prof. Muhammad Basri Dalle mengatakan, mengingat kembali jasa-jasa pahlawan khususnya pemuda, karena dalam bulan bahasa ini didalamnya ada sumpah pemuda 28 oktober 1928, 17 tahun sebelum Indonesia merdeka.

“Insya Allah, ini akan berkelanjutan setiap tahun, pernah dilakukan sebelumnya. Ini kami sudah bertekad untuk laksanakan setiap tahun,” kata Basri.

Dikatakan pula, dimana diajak putra putri Indonesia, salah satunya berbahasa satu yaitu bahasa nasional untuk mengakui keunggulan bahasa Indonesia.

“Bahasa Indonesia bukan sekedar bahasa, tetapi memiliki fungsi sebagai bahasa nasional dan bahasa pemersatu,” lanjutnya.

Ditambahkan, inilah bahasa lingua franca, dimana bahasa Indonesia dipilih untuk berkomunikasi diantara masyarakat yang memang memiliki bahasa daerah yang bedah-bedah.

“Maka bahasa Indonesia yang menjadi pilihan dan inilah yang dimaksud dengan bahasa lingua franca,” tandasnya.

Dalam seminar nasional tersebut menghadirkan pembicara sebagai berikut, Dr. Sudaryanto (Ilmuan, peneroka hakikat bahasa dan salah satu pendiri masyarakat linguistik Indonesia), Prof. Hamzah Machmoed (Universitas Hasanuddin), Prof. Hj. Masrurah Mokhtar (Universitas Muslim Indonesia) dan Prof. Muhammad Basri Dalle (Universitas Muslim Indonesia).

(Humas UMI)