Makassar, umi.ac.id – Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Dr Ir Zakir Sabara menjadi pembicara dalam Webinar Leader Talk oleh salah satu perusahaan TV Swasta Nasional, Kamis (11/6/2020).

Dalam kegiatan bertajuk ‘Sulsel Menuju New Normal’ ini, Zakir Sabara banyak berbicara bagaimana konsekuensi paling logis saat new normal diterapkan di saat kurfa kasus Coronavirus Disease (Covid-19) belum melandai.

Menurutnya, untuk mencapai New Normal di Sulsel khususnya, harus dimulai dari penanganan yang serius secara kolektif agar angka kasus covid-19 bisa di bawah 0.1 persen.

“Jadi ayo kita bergerak bersama. Hentikan berwacana, kita eksekusi, backup baik-baik perawat kemudian kita rencanakan. Kalau melanda ini apa yang harus kita lakukan. Jangan dulu berfikir new normal, saya tidak setuju,” ungkap Dr. Zakir yang juga alumni FTI UMI.

Pak De, sapaan akrabnya, membeberkan, kooordinasi yang baik di semua tingkatan pemerintahan, dan lembaga relawan sangat dibutuhkan. Tak boleh lagi ada yang berjalan secara sendiri-sendiri.

“Karena kurvanya naik terus dan langkah-langkah antisipasi kita belum terkonek dengan baik, belum satu padu. Bahkan dikoran kita masih melihat perbedaan-perbedaan wacana, perbedaan pendapat, saling menyalahkan antara satu dengan lainnya,” tutur Zakir.

Selain Zakir, tampil pula sebagai pembicara, Sekda Sulsel Abdul Hayat mewakili Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang tidak sempat hadir. Kemudian ada PJ Walikota Makassar Yusran Yusuf, dan pemerhati kesehatan Andi Maryam, yang juga Rektor Universitas Indonesia Timur (UIT).

(HUMAS)