UMI Makassar – Rektor UMI resmikan desa binaan Ke-35 di Bone. Acara ini berlangsung di Kantor Desa Sadar, Jumat, 29 Nopember 2013.

Acara ini dihadiri ketua harian Yayasan Wakaf UMI Prof Dr H Jobhaar Bima, SE., MSi, sekretaris Yayasan Wakaf UMI Ir H Lambang Basri,Ph.D, Rektor UMI Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar, MA, Wakil Rektor IV bidang kerjasama Prof Dr H Abd Makhsud, DEA, ketua LPMD UMI Prof Dr H Salim Basalamah, sekretaris LPMD UMI Drs H Rauf Assagaf, M.Pd, wakil dekan 1 Fakultas Teknik (FT) UMI Ir Mardan, MT, camat Limpoe A. Armad Bobi, STP,MSi.

Rektor UMI dalam sambutannya mengatakan bahwa peresmian Desa Sadar sebagai desa mitra binaan UMI yang ke-35. Selain peresmian desa binaan, UMI juga meresmikan penggunaan listrik yang meskipun masih terbatas untuk perkantoran dan tempat layanan publik.

“Listrik ini diharapkan kedepannya akan menerangi seluruh Desa Sadar dalam artian dapat dinikmati masyarakat Desa Sadar sehingga menjadi mutiara ditengah-tengah gunung yang mengitarinya,” ungkap mantan dekan Fakultas Sastra dua periode ini.

Sistem pengeluaran zakat 2.5 % dalam penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya, diperuntukkan kepada siswa yang akan melanjutkan kuliah dari desa binaan UMI namun kurang dalam kemampuan finansial.

Sementara itu, wakil rektor IV bidang kerjasama UMI Prof Dr Ir H Abd Makhsud, DEA menjelaskan sejarah hadirnya listrik di Desa Sadar sebagai inisiasi hasil karya  beberapa dosen FT UMI dan dijadikannya Desa Sadar sebagai desa mitra binaan UMI.

Kehadiran UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah yang memberikan bimbingan dalam pemanfaatan pembangkit tenaga listrik tenaga air untuk digunakan masyarakat di Desa Sadar.

Pengadaan listrik diawali dengan keinginan yang besar dari salah seorang dosen FT UMI Ir. M. Amin, MT menyampaikan keinginan kepada wakil rektor IV yang juga alumni dan sekaligus dosen FT UMI untuk memberikan dukungan dan bantuan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Yang menjadi prioritas pembangunan di desa ini adalah pembangunan jalan dan listrik untuk masuk ke daerah yang masuk wilayah Bone ini harus melalui Kabupaten Soppeng dan Barru untuk bisa ke kota Bone,” ungkapnya.

Camat Limpoe juga mengharapkan kerjasama dapat dikembangkan dengan UMI terutama pada 11 desa yang ada di kecamatan Limpoe. Potensi untuk pengembangan terutama kerjasama dalam penerapan teknologi, sehingga terwujud sarana dan mind set masyarakat berubah dengan adanya pengembangan diri dan desanya ke depan.

(Humas UMI)