Dialog Peran Pemuda Hadapi MEA Berlangsung di UMI

UMI Makassar – Dialog public tentang “Peran Pemuda Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)” berlangsung sukses di Auditorium Al-Jibra Kampus 2 UMI (27/3). Hadir Wakil Walikota Makassar Dr.H. Syamsu Rijal (Daeng Ical), Wakil Rektor 3 UMI Prof.Dr.H.Ahmad Gani, H.Haeruddin, SE,MM (Kadin Sulsel), dan Ketua LPDKI UMI Dr.HM.Ishaq Shamad, M.A, serta seratus lima puluhan mahasiswa dan siswa-siswi SLTA di Makassar.

Wakil Walikota Makassar yang dikenal dengan Daeng Ical menyatakan dampak MEA terhadap mahasiswa dan siswa-siswi SLTA mungkin belum terasa. Namun bagi Pemerintah dan dunia usaha, dampaknya sudah terasa, diantaranya baru-baru ini datang ke Makassar sekitar 600 orang dari Philiphina yang ingin masuk ke Makassar tanpa dilengkapi dengan keahlian (sertifikasi profesional), sehingga Pemerintah Makassar dan aparat keamanan memulangkan mereka lewat Surabaya.

Dikatakan pula, Pemerintah telah menyiapkan berbagai aturan sebagai perangkat lunak, diantaranya tenaga kerja dari luar negeri harus memiliki keterampilan yang dilengkapi sertifikasi, dan jika membangun usaha di Makassar, harus menggunakan sekian persen bahan baku lokal. Hal ini dilakukan pemerintah untuk memproteksi rakyat Indonesia. Namun demikian, MEA sudah menjadi keputusan bersama yang telah berjalan.

“Untuk itu, dibutuhkan kesiapan semua pihak, termasuk mahasiswa dan siswa-siswi dengan mempersiapkan keterampilan dan keilmuan yang dimiliki serta mampu memgembangkan potensi diri agar memiliki keahlian tertentu,” harapnya.

Wakil Walikota Makassar mengapresiasi inisiatif UKM Pramuka UMI yang melaksanakan Dialog public dengan tema yang menarik. Apalagi pramuka selalu mendidik anggotanya untuk bisa mandiri. Ini sangat sesuai dengan tantangan dalam menghadapi MEA.

Prof.Ahmad Gani menyatakan mau tidak mau, semua warga negara Indonesia harus menerima perdagangan bebas ekonomi Asean. Hal ini telah berlaku, untuk itu perlu kesiapan semua pihak, termasuk mahasiswa UMI dengan mempersiapkan diri bersaing dengan masyarakat Asean. Sementara itu, perwakilan KADIN Sulsel, Haeruddin menyatakan ada tiga hal yang harus dipersiapkan dengan matang, yakni kecerdasan IQ dengan rajin membaca. Kedua kecerdasan emosi dengan aktif di kegiatan ekstra kurikuler agar dapat membangun jaringan dan mengembangkan usaha, bila suatu saat menggeluti enterpreneurship. Ketiga memiliki kecerdasan spiritual dengan ibadah dan melakukan amalan-amalan yang baik.

Dr.HM.Ishaq Shamad, MA yang memandu dialog tersebut menyatakan pentingnya mahasiswa dan siswa-siswi mengetahui dan memahami potensi diri untuk dikembangkan, agar kelak mampu bersaing dengan berbagai pihak, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, terutama dalam persaingan ekonomi Asean. Selain itu, jiwa enterpreneurship harus ditumbuhkan sejak dini, agar memiliki bekal dalam mengembangkan bisnis di masa depan.

(Humas UMI)

Previous Dosen PTS Islam Se-Indonesia Lomba Karya Ilmiah pada Semiloka Nasional BKS-PTIS
Next 441 Mahasiswa UMI Ikuti KKN

You might also like

Mahasiswa UMI Ikuti ON-MIPA

UMI Makassar – Berikut foto-foto Mahasiswa UMI ikuti Ujian ON-MIPA tingkat Nasional yang berlangsung 23 – 26 Mei 2016. (Humas UMI)

Prodi Bahasa & Sastra Indonesia UMI Gelar Pelatihan PKM

UMI Makassar – Program studi Bahasa & Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar gelar pelatihan Penelitian Kreatifitas Mahasiswa (PKM) tahun 2015. Kegiatan ini diseleggarakan di aula Fakultas

45 Dokter FK UMI Diambil Sumpahnya

UMI Makassar – Sebanyak 45 dokter baru yang dihasilkan Fakultas Kedokteran UMI diambil sumpahnya dan 9 sarjana kedokteran UMI yang diambil janjinya oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Makassar