Makassar, umi.ac.id. Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus melakukan upaya penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) baik di internal kampus maupun di luar kampus.

Teranyer, tim Tanggap Bencana di bawah naungan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) UMI melibatkan UKM se-UMI dalam agenda penyemprotan disinfektan.

“Jadi timnya, beberapa pengurus UKM di dalam kampus, seperti KSR, Menwa, TBM, Mahasiswa binaan, dan lain-lain. Itu semua yang kita gabung jadi satu dan kita libatkan dalam kegiatan ini,” ungkap Kepala Sub Bagian Pengembangan Desa Binaan, Kebencanaan dan Lingkungan Hidup LPKM UMI, Dr. Ir. Muhammad Yusril, Rabu (29/4/2020).

Muhammad Yusril menjelaskan, agenda disinfektanisasi yang telah dimulai di titik pertama Menara UMI pada Senin, 27 April 2020 lalu ini, ditarget akan berlangsung di lingkup UMI hingga Desa Binaan UMI.

Kegiatan yang digelar sebagai upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19, kata Akademisi Fakultas Teknik UMI ini, akan digelar secara berkala. Gerakan ini juga mendapatkan respon positif dari sederet pejabat UMI.

“Penyemprotan Disinfektan di dalam kampus, berharap dapat dilakukan secara berkala. Misalnya seminggu sekali. Itu dimulai dari menara dulu semuanya, baru meluas ke fakultas dan lain-lainya,” harap Yusril.

“Mereka merespon positif dan berharap diperluas ke seluruh fakultas, bahkan sampai ke desa binaan UMI seperti mesjid-mesjid yang ada di desa binaan,” sambung Yusril.

Yusril menyebutkan, disinfetan yang digunakan dalam penyemprotan disinfektan itu adalah produksi dari mahasiswa dan Dosen Fakultas Farmasi UMI.

Ia berharap, apa yang dilakukan saaat ini dapat melindungi seminimal internal kampus UMI dan yang paling pentingnya menurutnya adalah, semoga Pandemi Covid-19 segera berlalu.

“Paling tidak di lingkup UMI ini terbebas dari Corona Virus dan paling tidak kita bisa terlindung untuk di dalam kampus saja,” tutup Yusril.

(HUMAS)