Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengukuhkan Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Dr. Dr. drg. H. Masriadi, SKG, SKM, S.Pdi, M.Kes, M.H menjadi seorang Guru Besar dalam acara Rapat Senat Terbuka Pidato Pengukuhan Guru Besar. Sehingga, Masriadi resmi menyandang gelar Professor.

Kegiatan yang dilakukan secara luring dan daring ini dipusatkan di Auditorium Al Jibra, Kampus II UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Jumat (16/10/2020). Sebelum dikukuhkan, Dekan FKM UMI Dr. Suharni A. Fachrin, S.Pd., SKM.,M.Kes, terlebih dahulu membacakan surat keputusan pengukuhan Prof Masriadi yang ditandatangani oleh Mendikbud RI Nadiem Makarin.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Senat yang juga Rektor UMI, Prof. Dr. H. Basri Modding, SE, M.Si mengungkapkan, UMI merupakan perguruan tinggi swasta yang memiliki jumlah guru besar yang terbanyak di luar Pulau jawa. Prof. Masriadi sebagai guru besar yang dikukuhkan di UMI ke 31 dan besok akan ada 2 lagi Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Fakultas Hukum UMI.

“Meski di tengah gempuran Covid-19, namun tidak menyurutkan gerak aktivitas civitas akademika UMI dengan berbagai kegiatan produktif termasuk menghasilkan tenaga pengajar berkualifikasi Guru Besar,” ungkap Guru Besar FEB UMI ini.

Prof Basri Modding berharap, pasca dikukuhkan, Prof Masriadi akan tetap terus produktif menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya bagi UMI ke depan, terlebih dalam menyongsong revolusi industry Five Point Zero (5.0).

“Revolusi Industri 5.0, salah satunya adalah keharusan menguasai IT. Perguruan tinggi dituntut untuk menciptakan luaran luaran yang inovatif dengan berbasis IT. Di berbagai belahan dunia saat ini tengah berjuang beradaptasi pada revolusi Indistri 5.0. Prof Masriadi punya keterampilan, inovatif yang terus bergerak. Ini yang dimiliki oleh Prof Masriadi,” beber Prof Basri Modding.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo, Prof. Dr. Jasruddin Daud, M.Si mengakui jika produktivitas UMI dalam mendorong akademisinya untuk sampai ke tahapan Guru Besar adalah kerja keras bersama civitas akademika.

“Sebagai kepala LLDikti, saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua Dewan Guru Besar UMI Prof. Dr. H Mansyur Ramli, S.E, M.Si Iyang telah mengukuhkan guru besar lagi. Ini adalah kerja keras dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang akhirnya menciptakan alumni perguruan tingggi yang berkualitas,” bebernya.

Prof Jasruddin menyebutkan bahwa Prof Masriadi merupakan Guru Besar termuda di Kawasan Indonesia Timur, bahkan di luar Pulau Jawa. Prof Masriadi berhasil meraih gelar Guru Besarnya di umur 40 tahun.

“Hari ini kita telah mengukuhkan Guru Besar Termuda yang mencapai Guru Besarnya di usia yang baru 40 tahun. Ini tidak lepas dari kerja keras civitas akademika UMI. Saya berharap pengukuhan saudara, dapat bermanfaat dalam menciptakan karya inovatif yang bermanfaat bagi negara, khususnya bagi perguruan tinggi, dalam rangka meningkatkan daya saing,” imbuhnya.

“Artinya dengan berkuliah di UMI, Mahasiswa dijamin mendapat layanan semua yang dibutuhkan untuk pengembangan diri mahasiswa. UMI menyediakan semua yang dibutuhkan mahasiswa untuk survive di masa depan,” tutup Prof Jasruddin.

Di momen penting kali ini, terpantau hadir sejumlah pejabat tinggi Senat yang merupakan jajaran petinggi yayasan dan rektorat UMI.

(HUMAS)