Direktur Islamic Centre Kanada Bawakan Kuliah Umum di UMI

UMI Makassar – Kuliah Internasional tentang Spiritualisme Islam berlangsung di Aula Prof.Dr.Hj.Masrurah Mokhtar, M.A (LPDKI UMI) 22/10. Hadir Rektor UMI Prof.Dr.Hj.Masrurah Mokhtar, M.A, Ketua LPDKI UMI Dr.H.M.Ishaq Shamad, M.A, sejumlah pimpinan fakultas, dan 100 mahasiswa Fakultas Agama Islam UMI.

Ketua LPDKI UMI Dr.HM.Ishaq Samad, M.A menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mahasiswa tentang Spiritualitas dalam Islam. Sengaja dihadirkan Dr.H.Hamid Slimi, Direktur Islamic Centre Kanada. Kegiatan ini dilakukan atas kerjasama Lembaga Pengembangan Dakwah dan Kampus Islami (LPDKI) UMI dengan Fakultas Agama Islam UMI dengan Islamic Centre Kanada.

Dalam sambutannya, Rektor UMI menyatakan kuliah Internasional hari ini merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa UMI karena mendapatkan dosen dari Islamic Centre Kanada Amerika Serikat, Dr.H.Hamid Slimi. Selain itu, ia juga mengatakan kita memiliki kelebihan karena menggeluti agama Islam. Oleh karena itu, manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini dan teruslah mencari pengetahuan. Rugilah jika dalam waktu 24 jam, tidak mendapatkan ilmu pengetahuan.

20161022_141552_resized

“Sekali lagi diingatkan mahasiswa agar menggunakan kesempatan emas ini, karena jarang diperoleh kuliah internasional seperti ini,” ujarnya.

Dr.Hamid Slimi mengemukakan masalah utama umat Islam saat ini adalah masalah spiritualitas. Manusia memiliki jasmani dan rohani. Manusia sering menutrisi jasmaniahnya saja dengan makanan, minuman yang berasal dari tanah. Sedangkan jiwa jarang dinutrisi. Padahal hakekatnya manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepadaNya (innalillaali wainna ilayhi rajiun) Itulah inti dari Alquran. Dibutuhkan kemampuan merawat jasmani tetapi juga merawat jiwa kita. Agar selamat dunia dan akhirat.

“Pada suatu waktu, Nabi baring di atas tikar sampai berbekas di kulitnya. Datang Umar r.a menangis melihat rasulullah. Nabi menyatakan bahwa ia hanya hidup di dunia sementara dan dunia hanya terminal menuju akhirat. Jadi tidak perlu bermewah-mewah di dunia ini,” ujarnya.

Pandangan Allah terhadap manusia, dengan melihat kalbu dan perbuatan manusia, bukan jasmani atau ketampanan/kecantikan mereka.

Jika manusia hidup tanpa hubungan dengan Allah SWT, maka sama halnya manusia hidup seperti bayi yang hidup di dalam rahim ibunya. Bayi sangat bergantung pada tali pusat dalam rahim ibunya. Artinya manusia tanpa hubungan Allah, maka ia sangat bergantung pada dunia saja.

(Humas UMI)

Previous Lagi, Rektor UMI Terima Penghargaan PTS Terbaik
Next LPMD UMI Adakan Pembekalan KKN Angk. 57

You might also like

Tim FAI UMI Raih 3 Emas di POSKI I 2017

UMI Makassar – Kontingen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang mengikuti Pekan Olahraga Seni dan Kegiatan Ilmiah (POSKI) I Tahun 2017 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta

Zikir Akbar Sivitas Akademika UMI

UMI Makassar – Zikir awal bulan Juli 2015 keluarga besar UMI berlangsung di Masjid Umar Kampus 2 UMI (2/7). Hadir Ketua Harian Yayasan Wakaf UMI Prof.H.Jobhaar Bima, SE, M.Si, Ph.D,

Mahasiswa Farmasi UMI Terima Beasiswa EGC Kedokteran

UMI Makassar – Mahasiswa Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali menambah deretan prestasi tahun ini, selain dua mahasiswa yang  berhasil lolos sebagai  finalis peneliti internasional yang akan berangkat ke Taiwan