Kultum berlangsung di Masjid Kampus 2 UMI oleh Direktur Rumah Sakit Ibnu Sina Prof.Dr.H.Husni Tanra. Hadir Ketua LPDKI UMI Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA, para Wakil Dekan IV UMI, sejumlah dosen dan mahasiswa UMI.

Prof.Husni Tanra menyatakan ada 5 hal yang perlu dilakukan dalam bulan puasa. Pertama, lakukan sosialisasi dalam memperbaiki hubungan baik dengan sesama, termasuk menggunakan Bulan Puasa untuk sosialisasi menjalin hubungan baik dengan sesama. Kedua, perlu olahraga secukupnya, otak manusia membutuhkan 1/5 oksigen, sehingga dengan olah raga tubuh jadi fresh atau lakukan shalat sunnat yang banyak dan sujud lama-lama agar darah mengalir ke otak.

“Seyogyanya orang Islam tidak ada masalah ketika dia tahu hakekat sujud dalam shalatnya,” ungkapnya (25/7).

Ketiga, tetap membaca dan belajar untuk mengasah otak dengan belajar sesuatu yang baru. Budaya baca sangat tinggi di Jepang, sedangkan di negara Islam jarang ditemukan budaya baca yang tinggi. Karena itu dalam puasa ini hendaknya banyak membaca Al-Qur’an dan mengerti isinya. Keempat, spirituality, adalah kesadaran bahwa ada super power, yakni Tuhan. Umat Islam memiliki lima waktu dalam sehari semalam untuk tuma’ninah (diam sejenak dan mengingat Tuhan).

Dikatakan pula bahwa baru-baru ini ilmuan menemukan partikel hiks (partikel Tuhan), yakni benda yang tidak bermassa (cahaya). Oleh karena itu lakukanlah I’tikaf di masjid. Kelima, nutrisi, manusia diciptakan dengan disain agar ada yang merusak di dalam tubuh sehingga semakin tua seseorang akan semakin lemah, karena sudah banyak yang tidak berfungsi. Namun masa tua bisa diperlambat dengan banyak makanlah anti oksidan, seperti vitamin C,E,A, yang terdapat pada buah, sayur dan ikan.

“Banyaklah makan makanan tersebut dan kurangi karbohidrat untuk bisa awet muda,” sarannya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!