Diskusi Jendela Dakwah Kampus membahas “Konsep Cinta dalam Islam” kerjasama UKM LDK ( Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus) dan LPDKI (Lembaga Pengembangan Dakwah dan Kampus Islami) UMI Rabu (13/2) di lantai 2 Masjid Umar Bin Khattab Kampus 2 UMI. Hadir sejumlah mahasiswa (I) lintas perguruan tinggi di Makassar.

Pemateri, Ustaz Dr.H.M.Ishaq Shamad,MA menyatakan bahwa konsep cinta dalam filsafat adalah “kecenderungan hati subjek untuk menyatu dengan obyek”.

Jika cinta kepada Allah SWT berarti hatinya selalu cenderung mengingat Allah, hatinya merasa tenang jika melihat/mendengar ayat-ayat Allah. Cinta kepada rasul juga begitu, hatinya selalu condong bershalawat kepada Nabi dan merasa tenang dan senang menjalankan ajaran Nabi Muhammad Saw. Cinta kepada Orang tua berarti hati dan pikirannya selalu tertuju pada kedua orang tuanya. Ia merasa tenang berada disisi kedua orang tuanya. Cinta kepada lawan jenis, selalu ingin menyatu dengannya sesuai dengan syariat Islam. Sebab jika tidak sesuai dengan syariat dan akhlaq Islami.

“Maka jika keinginan bersatu itu hanya memperturutkan hawa nafsu belaka, maka apa bedanya dengan binatang/hewan,” urainya.

Untuk itulah ada syariat/akhlak dan ajaran Islam yang mengatur hubungan/pergaulan manusia, agar manusia hidup beradab dan bersusila.

Dikatakan pula bahwa Al-Qur’an menjelaskan “laa taqrabuz zina”, janganlah mendekati zina, artinya jangan berprilaku yang menyebabkan mengarah pada zina, misalnya tidak berdua-duaan lawan jenis bagi yang bukan muhrimnya. Karena jika itu terjadi, maka setanlah yang akan menjadi yang ketiga. Padahal setan selalu membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia (allaziy yuwaswisu fiy suduurin naas).

Oleh karena itu, menurutnya, Islam mengajarkan jika ada pemuda yang sudah jatuh cinta dan tidak sanggup mengendalikan hawa nafsunya, maka segeralah menikah sesuai dengan ajaran Islam.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!