UMI Makassar – Rektor UMI Prof.Dr.Hj.Masrurah Mokhtar, M.A menyatakan sangat mendukung kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Kampus Islami, karena LPDKI UMI telah menyebangkan UMI sebagai lembaga pendidikan dan lembaga dakwah (25/1). Hal ini disampaikan pada Pembukaan Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah Bagi Dosen dan Karyawan UMI. Hadir Ketua LPDKI UMI Dr.HM.Ishaq Shamad, M.A, sejumlah fasilitator, dan 30 peserta.

Rektor UMI Prof.Dr.Hj.Masrurah Mokhtar, M.A menyampaikan celakalah orang yang tidak pernah ingat mati. Sebab menurutnya yang paling kuat menyadarkan seseorang berbuat baik, jika ingat mati. Al-Qur’an menyebutkan “kullu nafsin zaaikatul maut” (setiap yang bernyawa pasti menemui kematian). Pakar Bahasa Indonesia ini menjelaskan kata “al-marhum”, menunjukkan orang yang sudah jelas kematiannya. Sedangkan kata “mayat”, berarti orang yang mati dan kata “jenazah”, ungkapan yang lebih halus.

“Allah berfirman dalam Al-Qur’an ” allaziy khalaqal mawta wal hayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu amalaa” ( Allah yang menjadikan hidup dan mati untuk menguji siapa diantara manusia yang paling baik amalnya),” jelasnya.

Dijelaskan penyelenggara jenazah termasuk orang yang tidak takut dengan jenazah, karena keimanan dan ketaqwaan yang dimiliki. Untuk itu, para peserta agar bersyukur karena diberi kesempatan untuk medapatkan ilmu dan keterampilan menyelenggarakan mayit. Kegiatan seperti ini sangat mulia. Mengingat tanggapan masyarakat yang kurang menghargai profesi penyelenggara jenazah. Untuk itu pimpinan UMI sangat mendukung kegiatan seperti ini. Apalagi LPDKI UMI lah yang selama ini fokus dan konsisten menyelenggarakan pelatihan seperti ini. LPDKI berkegiatan bukan hanya melibatkan sivitas akademika UMI, tetapi juga melibatkan eksternal UMI/masyarakat luas.

“Inilah mengapa sejak menjabat Rektor UMI,  telah menginisiasi kelahiran LPDKI, Wakil Dekan IV dan Wakil Rektor iv untuk membidangi bidang dakwah dan kampus Islami,” kuncinya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!