Dosen muda Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI), dr. Hasta Handayani Idrus, mencatatkan prestasi di ajang konfrensi internasional. Kegiatan tersebut bertajuk International Conference on Biomedical Science (IcBMS) 2019 di Istanbul, Turki.

Pada ajang ini, dr. Hasta mempresentasekan makalah berjudul “Achras zapota L Extract Reduce Levels of Solubel Tumor Necrosis Factor alpha (TNFa) of Salmonella typhi.”

Lima Profesor sebagai panitia/juri dari berbagai negara memutuskan makalah dr. Hasta sebagai Best Paper.

“Alhamdulillah saya juga tidak menyangka, karena bisa ikut ajang ini juga sudah satu kesyukuran,” ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (29/9/2019).

Ajang IcBMS 2019 ini sendiri merupakan forum yang diikuti peserta dengan status mahasiswa S2, S3 dan Profesor. Tercatat sebanyak 77 peserta ikut pada konfrensi ini, yang berasal dari sejumlah negara termasuk Indonesia yang berlangsung, Jumat-Sabtu (27-28/9/2019) lalu.

Beasiswa PKPI

Setelah melewati serangkaian tes dan bersaing dengan ribuan mahasiswa S3 se-Indonesia, dr. Hasta Handayani Idrus, memastikan diri meraih satu tempat untuk program Beasiswa Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI) Kemenristek Dikti 2019.

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK-UMI) Makassar ini, bakal mengikuti sandwich di Coventry University, Inggris, selama 12 pekan. Tepatnya dimulai pada 7 Oktober hingga 20 Desember mendatang.

Program PKPI Kemenristek Dikti merupakan program beasiswa tahunan yang diperuntukan kepada mahasiswa yang mengambil jenjang S3 atau Doktoral, yang menimbah ilmu di Perguruan Tinggi (PT) Negeri di bawah Kemenristek. Tahun 2019 ini sebanyak 50 orang terpilih salah satunya dr. Hasta.

Perempuan kelahiran 1988 itu tercatat mewakili Universitas Hasanuddin. Pasalnya saat ini dr. Hasta tengah menempuh studi S3 jurusan Pendidikan Kedoteran di Unhas.

Untuk bisa terpilih alumni FK UMI angkatan 2006 ini, ia menjelaskan bahwa dirinya harus melewati tiga tahapan. Yakni tahapan seleksi berkas, wawancara, hingga lokakarya.

Meski persiapan terbilang cukup lama dengan menyiapkan sejumlah berkas-berkas yang dibutuhkan hingga kesiapan wawancara, namun bagi dr. Hasta dirinya tak pernah menyangka bisa menjadi satu dari 50 orang yang terpilih.

“Saya merasa tidak memiliki kemampuan spesial. Tapi keinginan untuk selalu mencoba dan belajar selalu ada. Saya selalu berpikir bahwa untuk saat ini saya jadi orang yang belum banyak tahu makanya mau belajar terus,” terangnya saat ditemui, Rabu (28/8/2019).

Meski kerap bersikap rendah hati, namun rekam jejak dr. Hasta terbilang cukup gemilang di usianya saat ini. Resmi menjadi salah satu staff pengajar di FK UMI sejak 2013 lalu, dr Hasta tak henti-hentinya menghasilkan sejumlah karya hingga menghadiri undangan sebagai Speaker di berbagai forum nasional hingga internasional.

Tahun 2019 ini meski tengah disibukan dalam penyelesaian program Doktoralnya, ia juga akan menghadiri Forum internasional di Turki September mendatang.

Ia diundang untuk membawakan presentase terkait bidang penelitiannya. Tercatat ibu dua anak ini juga cukup produktif dalam bidang penelitian. Belasan jurnal internasional sudah diterbitkan, termasuk yang terbaru rancangan disertasinya sudah menghasilkan enam jurnal internasional.

Bahkan saat ini dr Hasta telah menghasilkan satu buku mengenai penelitian kedokteran. Buku berjudul “The Role Of Sapodilla, Fruit On Salmonella, Typhi” ini diterbitkan oleh salah satu penerbit internasional, Lambert Academic Publishing.

“Alhamdulillah semua bisa berjalan lancar, tapi jujur saya orangnya tidak pede sama kemampuan diri sendiri. Untuk setiap pengajuan ikut program beasiswa dan lainnya itu saya cuma berserah diri saja,” ucap salah satu mahasiswa program beasiswa LPDP ini.

(HUMAS)