Forum Komunikasi Program Studi Teknik Pertambangan Seluruh Indonesia (FORKOPINDO) melaksanakan fieldtrip ke lokasi pertambangan PT Freeport Indonesia di Kabupaten Timika, Propinsi Papua. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 25 sampai 29 Maret 2019 yang diikuti oleh 13 peserta dari 10 perguruan tinggi dengan prodi pertambangan di Indonesia. Sepuluh kampus tersebut, yakni: UMI Makassar, UHO Kendari, ITATS Surabaya, UNEJ Jember, UPNV Yogyakarta, UNISBA Bandung, Trisakti Jakarta, UBB Bangka Belitung, UNP Padang, dan UNSYIAH Banda Aceh.

Sepuluh perguruan tinggi ini merupakan hasil penjaringan yang diselenggarakan oleh FORKOPINDO dari 67 kampus yang memiliki Program Studi Teknik Pertambangan di Indonesia. Selama kunjungan, peserta didampingi oleh Manager of Goverment Relations PTFI, @spencerpaoh dan Corporate Communications PTFI, Meliana H. @mmitapo.

Kegiatan fieldtrip ini merupakan bagian dari program kerja FORKOPINDO yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para dosen tentang kegiatan pertambangan baik yang dilakukan di permukaan maupun di bawah tanah secara langsung di lapangan. Hal ini sejalan dengan komitmen @freeportindonesia yang ingin turut serta dan bersama-sama dalam mencerdaskan generasi penerus Indonesia, khususnya di bidang pertambangan sebagai industri utama dari perusahaan.

Selain itu, PTFI juga berharap agar para dosen yang mengikuti kegiatan ini bisa menjadi duta dalam memperkenalkan kegiatan pertambangan PTFI dari hulu hingga ke hilir yang telah menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik dan berwawasan lingkungan serta berkontribusi bagi perkembangan bangsa dan negara. PTFI terus berkomitmen akan memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, khususnya yang berada di sekitar lokasi penambangan PTFI, imbuh Spencer Paoh.

Peserta dari @tambangftiumi @ftiumi, @salamdgbengo, berharap kegiatan ini dapat diselenggarakan kembali dengan konsep yang lebih meningkat, misalnya Program Magang Dosen Muda, Seperti halnya Program Magang PNS @kesdm di PTFI. Program magang ini akan meningkatkan pengetahuan, pengalaman dan kemampuan dosen muda yang jauh lebih detail dan mendalam mengenai pertambangan, khususnya di bidang keteknikan, seperti penerowongan, kestabilan bawah tanah, perencanaan tambang bawah tanah, maupun monitoring terowongan.

(HUMAS)