UMI Makassar – Salah seorang dosen Perikanan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Ir Hj St. Khadijah, MP meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya Ekobiologi dan Keanekaragaman Genetik Ikan Beloso (Glossogobius Sp) di Danau Tempe Sulsel di Aula Fakultas Kehutanan Unhas, 17 Desember 2014 yang juga dihadiri rektor UMI Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar,MA, beberapa pimpinan faklutas dan lembaga dalam lingkup UMI khususnya dosen dan karyawan Fak. Perikanan UMI.

Menurut Ija, panggilan akrabnya, penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi lingkungan perairan danau Tempe, menganalisis ekobiologi dan variasi keragaman genetik serta keberlanjutan populasi ikan Beloso di perairan danau Tempe.

Lokasi penelitian ini yakni di perairan danau Tempe Sulsel. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap; tahap pertama dengan pengambilan ikan contoh di danau Tempe. Tahap kedua adalah analisis reproduksi dilakukandi laboratorium balai penelitian veteriner Maros. Sedangkan analisis keragaman genetik yaitu ekstraksi DNA dan amplifikasi DNA dilakukan di laboratorium bioteknologi BRP-BAP Maros dan sekuensing DNA dikirimkan First BASE laboratories;The Gemini singapore science park melalui PT. Genetika science Indonesia di Jakarta . Data analisis menggunakan uji – t dan anov serta uji lanjut tukey. Menggunakan perangkat lunak SPSS versi 20 dan FISAT II versi 1.2.2.

Hasil.penelitian menunjukkan kondisi lingkungan danau tempe secara umum masih salam batas kisaran yang layak untuk menunjang kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan Beloso. Nisbah kelamin ikan Beloso jantan dan betina tidak berbeda nyata pada setiap.lokasi . Ukuran.pertama kali matang gonad ikan Beloso jantan adalah 168 mm dan 85 mm untuk ikan Beloso betina. Kelompok umur populasi ikan Beloso terdiri dari 2-3 kohort.pertumbuhan relatif ikan Beloso jantan dan betina bersifat allometrik negatif. Keanekaragaman genetik sangat rendah dengan jarak genetik 0.0004-0.2450.

“Tingkat similaritas ikan Beloso 99% dengan ikan Glossogobius sp yang ada di Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa ikan Beloso bukan merupakan ikan endemik di danau Tempe. Keberlanjutan populasi ikan Beloso di perairan danau Tempe terancam punah,” ungkapnya.

Ibu empat putri ini, yang merupakan hasil pernikahan dengan Ir H Bakhtiar, MP (WD I Pertanian UMI) dalam disertasinya menyarankan untuk pencegahan kepunahan populasi ikan Beloso di danau Tempe disarankan untuk tetap menjaga kondisi lingkungan perairan danau Tempe. Selain itu, diharapkan pemerintah dapat melakukan pengaturan penangkapan dan pembatasan ukuran ikan yang dapat ditangkap agar tingkat eksploitasi ikan Beloso ini tidak melebihi 0.50 dan untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap disarankan agar dilakukan penelitian tentang factor-faktor yang mempengaruhi kelimpahan ikan Beloso dan melakukan kajian terhadap model-model pengelolaannya agar kelestarian ikan Beloso ini dapat terus berlangsung.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!