Penyegaran dosen UMI bertema pengayaan metode pencerahan qalbu dalam perspektif sufistis dan psikolinguistik di Ponpes Padang Lampe Pangkep dibuka di aula Aisyiah Fakultas Kedokteran UMI (15-16/1).

Hadir Rektor UMI Prof.Dr.Hj. Masrurah Mokhtar, MA, Direktur Ponpes Padang Lampe Drs KH Zain Irwanto, wakil direktur dan pembina/ dosen Pencerahan qalbu pesantren mahasiswa Darul Mukhlishin Padang Lampe Pangkep.

Ketua panitia H. Bisyri karim Lc.,MA dalam laporannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan akademik yang dilaksanakan diawal tahun akademik sebelum perkuliahan yang berrtujuan sebagai forum monev terhadap program pembinaan yang telah dilaksanakan.

“Sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan dan pendidikan khususnya metode pembinaan pencerahan qalbu sesuai temanya memperkaya metode pembinaan mahasiswa dalam perspektif sufistik dan psikolinguistik yang dapat diimplementasikan dalam pembinaan dan pendidikan di pesantren,” urainya.

Rektor UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA sebelum membuka kegiatan menyatakan bahwa program pencerahan qalbu merupakan program unggulan UMI dan satu-satunya program yang ada di Indonesia, beberapa PTN/PTS memang melakukan kegiatan pembinaan spiritual namun hanya menggunakan waktu paling lama satu minggu.

“Untuk program pencerahan qalbu UMI menggunakan waktu satu bulan penuh di pondok pesantren mahasiswa Darul Mukhlishin Padang Lampe Pangkep,” ungkap guru besar linguistik Fakultas Sastra UMI ini.

Dikatakan pula, kegiatan pengayaan ini sangat penting untuk lebih meningkatkan kualitas pembinaan dan pendidikan di pondok pesantren mahasiswa UMI Padang Lampe. Program pencerahan qalbu merupakan program unggulan dengan memadukan kualitas spritual, intelektual dan emosional mahasiswa tentu dalam perjalanannya banyak mendapat koreksi dan tantangan. Karena itu, kegiatan ini juga sebagai forum monev dalam upaya peningkatan dan pengembangan program pencerahan qalbu.

Metode pembinaan untuk membangun kesadaran diri mahasiswa mengenali dirinya dengan Allah sebagai sang khalik, mahasiswa yang mengikuti program ini adalah mahasiswa baru yang berasal dari berbagai asal pendidikan, ada yang ekstrim, ada yang tengah-tengah dan ada yang buta tentang agama karena itu diharapkan di pesantren mereka terdidik untuk penyiapan mereka hadir di kampus mengikuti perkuliahan yang akan membaur dengan berbagai lingkungan internal dan eksternal.

Selain itu, yang lebih penting juga adalah pendidikan buta aksara Al Qur’an, diharapkan dapat dikelompokkan yang mahir, tengah-tengah, dan kelompok yang tidak tahu sama sekali membaca Al Quran sehingga lebih terfokus pembinaan dalam penuntasan baca tulis Al Qur’annya.

Peserta terdiri dari pejabat, pembina dan para dosen pembina pesantren mahasiswa yang berjumlah 35 orang.

Materinya antara lain; metode penyadaran umat (mahasiswa) dalam perspektif sufistis (DR KH Baharuddin HS, MA), metode penyadaran umat melalui pendekatan dakwah (Dr H A Darussalamn, MA), kiat-kiat shalat yang khusyu (pendekatan taubat dan syukur) Drs KH M Zain Irwanto, MA), metode muhasabah untuk membangun kesadaran diri ( Drs KH Kadir Saile, MA), bimbingan dan konseling mengatasi permasalahan mahasiswa P.Qalbu ( Dr A Bunyamin,M.Pd), metode penyembuhan penyakit non medis melalui pendekatan rakyat (Zakariah Al Anshariah,S.Sos.,M.Ag).

(Humas UMI)

error: Content is protected !!