Dubes Australia untuk Perempuan dan Remaja Putri (1/11), Dr. Sharman Stone, berkunjung ke Makassar dan salah satu agenda di Makassar bertemu dengan sepuluh tokoh pemimpin perempuan Islam di Sulsel yang merupakan alumni Australia leadership program for Muslim women leaders di Deakin University Melbourne yang diselanggarakan pada September – Oktober 2017 lalu.

Pertemuan diadakan di Gedung Islamic Centre IMMIM, Jl. Jend. Sudirman Makassar. Nampak hadir pada kesempatan tersebut, Konjen Australia, Bapak Richard Matthew, sepuluh alumni yaitu Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof.Dr. Hj Masrurah Mokhtar, MA., dan Rektor Universitas Islam Makassar, Dr Majdah Agus Arifin Nu’mang (Rektor UIM/Ketua PW Muslimat NU), Dr. Hj Amrah Kasim, MA (IMMIM/UIN Alauddin), Prof.Dr. Hj.Syamsudduha, MA (IMMIM/UIN Alauddin), Ir. Hj Nur Fadjri Fadeli Luran, MP (IMMIM), Dr. Nurhayati Azis, SE.,MSi (Ketua PW Aisyiyah Sulsel), Dr. Setyawati, MT (UMI/PW Muslimat NU Sulsel), Dr. Hj. Nurjannah Abna, M.Pd (UMI/IMMIM), Dra. Nurlinda Azis, M.Psi (PW Aisyiyah/Unismuh) dan Dr. Yuspiani Naro, M.Pd (Kemenag Sulsel) serta perwakilan dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

Pertemuan dipandu oleh ibu Nurfadjri Fadeli Luran yang dikenal dengan bu Ulfa yang merupakan salah satu pimpinan di IMMIM. Dalam sambutannya ibu Ulfah, menyampaikan peluang dan tantangan yang dihadapai oleh kaum perempuan, termasuk perempuan Muslim di Makassar.

Konsul Jendral Australia di Makassar, Richard Matthews mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan kesempatan berharga untuk membahas bagaimana Australia dapat terus bekerjasama dengan mitra di Indonesia bagian timur. Kerjasama tersebut dapat meningkatkan partisipasi perempuan dan keluarganya dalam mengakses berbagai layanan ke masyarakat, termasuk perekonomian, pendidikan dan kesehatan.

Kesepuluh pemimpin perempuan Muslim menyampaikan bahwa kesempatan mengikuti leadership training di Australia adalah pengalaman yang sangat berharga yang bisa digunakan dalam ikut memecahkan masalah-masalah yang dihadapi kaum perempuan.

Pertemuan dan interaksi yang intens dari para alumi ini mendorong terbetuknya Muslim Women Leader Forum (MWLF), suatu forum yang memiliki tujuan untuk mendorong pemberdayaan perempuan dan meningkatkan kapasitas perempuan dalam bidang ekonomi, politik, kesehatan, pendidikan dan agama. Salah satu langkah yang akan dicapai adalah mengajak partisipasi laki-laki sebagai pendukung pemberdayaan perempuan.

Dr. Sharman Stone mengatakan bahwa Australia bekerjasama dengan Pemerintah Republik Indonesia dalam mendorong partisipasi perempuan dalam kepemimpin, pemberdayaan ekonomi perempuan dan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan. Dr. Stone juga menekankan bahwa kunjungannya ke Makassar adalah dalam rangka belajar praktik-praktik kesetaraan gender yang sudah dijalankan dan berhasil di Makassar serta menjalin hubungan pertemanan dan persaudaraan dengan kaum perempuan Makassar untuk semakin menguatkan dalam perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan masyarakat yang lebih luas. Dr Stone juga menyampaikan salah satu kebijakan di pemerintah Australia yaitu program Male Champions of Change (MCC), suatu program untuk mendorong kaum laki-laki sebagai tokoh kesetaraan gender. Dalam meningkatkan kapasitas perempuan dalam berbagai bidang, perempuan tidak bisa bekerja sendiri, perempuan perlu bekerjasama dan memperoleh dukungan dari mitra kerjanya, yaitu para laki-laki.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!