UMI Makassar – Mantan Wakil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Dr. dr Dwi Joko Purnomo MPH resmi menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Makassar periode 2015-2018 menggantikan Prof. H. Muh. Jobhaar Bima,Ph.D yang sebelumnya menjabat PJS Direktur RS Ibnu Sina.

Saat memberikan sambutannya, Dwi Joko Purnomo banyak mengucapkan kata terima kasih, kepada pendiri RS Ibnu Sina, para pembina RS Ibnu Sina, serta pengurus Yayasan Wakaf UMI yang telah mempercayakan dirinya memimpin Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Makassar.

dir rs ib.sina2

“Tentu hal pertama yang saya lakukan setelah dilantik adalah pelayanan tanpa membeda-bedakan pejabat atau masyarakat biasa, selain itu saya juga mengutamakan kepentingan umum diatas segala-galanya sehingga menjadikan RS Ibnu Sina menjadi yang terbaik dan memberikan pelayanan yang terbaik melalui kerja keras,”  Kata Joko Purnomo dalam sambutannya di Auditorium Al Jibra kampus II UMI, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Sabtu (22/8).

Lebih lanjut, mantan kepala dinas kesehatan Kabupaten Bantaeng ini menjelaskan, dirinya akan melanjutkan Program Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar sesuai Visi-Misi yang berlaku yaitu menjadi rumah sakit pendidikan dengan pelayanan yang islami, unggul dan terkemuka di Indonesia timur, melaksanakan dan mengembangkan pelayanan kesehatan menjunjung tinggi moral dan etika, melaksanakan dan mengembangkan pendidikan kedokteran dan profesional pendidikan kesehatan lainya.

“RS Ibnu Sina harus melaksanakan pelayanan dakwah dan bimbingan spiritual kepada penderita dan pengelola rumah sakit, serta meningkatkan kesejahteraan pegawai rumah sakit,” jelasnya.

Menurut Dr. dr Dwi Joko Purnomo, amanah adalah kepedulian, jujur, berdedikasi, dan bertanggungjawab, dan profesional adalah kompetensi dan etika, serta Akhlaqul qarimah adalah menjaga silaturahim ,saling membantu dan menghargai dalam kebersamaan.

“Saya akan menjalankan tugas sesuai tujuan Rumah Sakit Ibnu Sina. Melayani orang lain merupakan ibadah dan pengabdian kami,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Wakaf UMI Mokhtar Noer Jaya menuturkan, rumah sakit di Indonesia telah banyak terjebak pada sisi finansial. Sehingga hanya mampu membangun rumah sakit yang mewah, dan tidak membangun rumah sakit yang memiliki standar yang betul.

“Pada dasarnya rumah sakit memiliki dua sisi, yakni sisi hotel atau finansial dan sisi medis. Dan di Indonesia yang banyak dikembangkan adalah sisi hotel atau finansial tanpa pelayanan yang baik,”  ujarnya.

Dikatakan pula, rumah sakit di Indonesia khusus Rumah Sakit Islam Ibnu Sina perlu dikembangkan sebagai rumah sakit  world class hospital atau rumah sakit yang berstandar dunia.

“Rumah sakit berstandar dunia harus memenuhi persyaratan lima P. Lima P tersebut mencakup personilnya, peralatan, prosedur, pelayanan dan performance,” jelasnya.

Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi(BAN PT) yang juga pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. Mansyur Ramly memberikan selamat dan menitip harapan kepada Dwi Joko Purnomo untuk  tetap konsisten terutama dalam menerima amanah kepercayaan yang diberikan agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan profesional serta tetap mengedepankan nilai-nilai ajaran Islami.

“Memelihara amanah dari Allah SWT, berarti memberikan pelayanan yang berbasis keikhlasan amaliah kepada seluruh ummat manusia sebagai pelaksanaan kepada Allah SWT. Dan memelihara hubungan baik antara sesama manusia, dokter, pegawai, karyawan, pasien/keluarga dan masyarakat umum,” ujarnya.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!