Makassar, umi.ac.id – Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Sidang Terbuka Pengambilan Sumpah / Janji Apoteker angkatan ke-7 Program Studi Profesi Apoteker, Kamis (03/12/2020).

Kegiatan yang berlangsung secara virtual melalui video teleconverence zoom ini diikuti oleh 109 peserta. Para peserta Sidang Terbuka Pengambilan Sumpah Apoteker ini adalah mereka yang lebih dulu menyelesaikan studi Sarjana Farmasi.

Sebelum ke penyumpahan, Ketua Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi UMI, Hendra Herman, S.Farm.,Apt.,M.Si., terlebih dahulu membacakan keputusan Dekan yang berisikan nama para peserta apoteker.

Dalam kesempatan itu, terpantau hadir mewakili Rektor UMI yakni Dr. Ir. H. Hanafi Ashad, MT, IPM., Wakil Rektor I Bidang Akademik UMI.

Dalam sambutannya, Dr. Ir. Hanafi Ashad mengucapkan selamat kepada seluruh peserta apoteker yang hari ini telah mengucapkan sumpah dan diserahkan dokumen dalam bentuk ijazah sertifikat kompetensi dan Surat Tanda Registrasi (STR) kompetensi sehingga berhak menyandang gelar apoteker.

Alhamdulillah lulusan apoteker angkatan ke-7 kali ini adalah apoteker baru yang muda, berbakat dan bermartabat, hal ini telah terbuktikan dengan sertifikat kompetensi dengan didukung oleh 3 karakter atau parameter yaitu pengetahuan, keterampilan dan tak kalah pentingnya adalah parameter sikap karna UMI adalah Kampus Islami, papar Mantan Dekan Fakultas Teknik UMI dua periode ini.

Diakhir sambutannya Hanafi Ashad juga mengucapkan selamat kepada Pimpinan Fakultas Farmasi, Program Studi Profesi Apoteker yang telah menghasilkan apoteker baru ini dan mengucapkan terima kasih mewakili pimpinan atau civitas akademika UMI kepada Ketua Komite Farmasi Nasional, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kesehatan Kota Makassar, Ikatan Apoteker Indonesia Pusat dan Daerah, serta berbagai pihak, ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Dekan Fakultas Farmasi UMI, Rachmat Kosman, S.Si, Apt., M.Kes. mengucapkan selamat kepada apoteker yang baru di lantik jadilah kebanggaan orang tua dan bangsa.

“Dalam menjalankan pelayanan kefarmasian pastikan legalitas pada tiga hal yaitu legalitas tenaga kefarmasian, legalitas sarana pelayanan, dan legalitas produk,” tutur Rachmat Kosman.

“Dengan diperolehnya STR pada hari ini, maka legalitas ananda untuk menjalankan tugas kefarmasian sudah terjamin untuk itu pastikan legalitas produk dan sarana tempat ananda bekerja mengikuti legalitas yang telah melekat pada ananda hari ini,” urainya.

(HUMAS)