Pengaruh era millenial saat ini sangat terasakan. Dalam berbagai aspek kehidupan, peran teknologi cukup banyak menggeser aktivitas dan peran manusia. Dengan demikian, terbentang dua pilihan, kita berkeinginan maju atau termarginalkan.
Hal itu ditegaskan Rektor UMI, Prof. Dr. H. Basri Modding pada pembukaan Rapat Kerja Fakultas Hukum (Raker FH) UMI di Aula Hidjaz FH UMI, Kampus II UMI Jl Urip Sumoharjo, Sabtu (6/4).
Pembukaan raker dihadiri Wakil Rektor I, II, III, IV dan V, para Guru Besar FH UMI, Dekan FH UMI, Wakil Dekan 1 FH, Hj. Nur Fadillah Mappaselleng,SH,PhD, WD 2, Dr. Hasbudin Khalid,SH,MH, WD 3, Dr. Kamal Hidjaz,SH,MH, Ketua Bagian, para dosen dan karyawan FH UMI.
Dalam raker, hadir pemateri, Dr. Ir. H. Hanafi Ashad,MT. (WR 1), Prof. Dr. H. Salim Basalamah,SE.,Msi. (WR 2), Prof. Dr. H. La Ode Husen,SH,MH (WR 3), Dr. KH. Zein Irwanto,MA (WR IV) dan Prof. Dr. H. M. Hatta Fattah,MSi.
Rektor UMI menjelaskan, menyikapi kondisi itu era revolusi industri 4.0 para dosen harus segera menyiapkan diri agar benar-benar menguasai teknologi terkait proses pembelajaran. Pertimbangannya, pola mengajar konvensional yang selama ini mengandalkan tatap muka dalam kelas, secara perlahan akan ditinggalkan.
Dikatakannya, belum lama ini, dalam sebuah kegiatan ilmiah di Jawa, Kemenristek Dikti sudah mengingatkan, agar para dosen dalam proses pembelajaran, agar bisa familiar dengan era millineal.
”Kemampuan millenial itu sangat penting, karena 10-15 tahun ke depan, banyak kampus yang sunyi. Namun sunyi bukan karena tanpa mahasiswa, tapi proses perkuliahan umumnya melalui online. Tetap ada tatap muka, hanya presentase lebih kecil. Dengan demikian, mahasiswa sebuah Perguruan Tinggi akan lebih banyak dari dalam dan luar negeri,” tandas Rektor.
Nah, terkait hal itu, dalam Raker ini, Fakultas Hukum UMI, harus segera merumuskan langkah-langkah strategis menuju era millenial yang serba online termasuk proses pembelajaran dimaksud. Setelah dirumuskan dengan baik, mari kita dukung bersama, apa yang menjadi program dekan dan unsur fakultas Hukum UMI.
Sebelumnya Dekan Fakultas Hukum, Dr. H. M. Syarif Nuh,SH,MH. melaporkan, empat tahun terakhir, Mahasiswa Baru (maba) Fakultas Hukum terus melonjak dan tak pernah di bawah 700 orang. Khusus Tahun Ajaran 2018/2019, maba FH mencapai 840 orang.
Tingginya peminat Maba FH UMI, juga mendorong upaya peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, termasuk pula pelayanan bidang adminiistrasi.
Mengutip pernyataan Ketua APTISI dalam sebuah pertemuan nasional di Jakarta, baru-baru ini, Syarif Nuh mengatakan, jika pelayanan pendidikan di Indonesia tetap seperti sekarang ini, maka 10-15 tahun lagi, diprediksi kita akan ketinggalan oleh kemajuan teknologi.
”Itulah sebabnya ke depan, FH UMI akan bentuk dan mengoptimalkan model pembelajaran berbasis teknologi online berbasis grup WA, email dan berbagai sarana lainnya,” ungkap Dekan FH UMI.
Dibagian lain Syarif Nuh mengemukakan, saat ini pihaknya genjot kinerja dosen dengan menerapkan Monitoring dosen (tanda tangan sebagai bukti masuk mengajar). Selanjutnya, honorarium dibayar sesuai bukti mengajar. Itu dilakukan untuk menghapus kesan negatif, ”rajin dan malas mengajar, sama ji honornya”.
Di akhir amanatnya, Dekan FH UMI melontarkan cita-citanya, di periode kedua kepemimpinannya berobsesi kuat terbentuknya pembukaan Program Studi Profesi Advokat dan Notaris di Fak. Hukum UMI. Alhamduliilah, terkait obsesi dan harapan mulia itu, sudah ada respon positif dari Lembaga Profesi Advokat dan Ikatan Notaris Indonesia (INI) serta LLDikti Wilayah IX, tandas Dekan FH UMI.

(HUMAS)