Sebanyak 205 mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UMI yang telah menyelesaikan studi  hadiri penggelaran (yudisium) Sarjana Hukum di Claro Hotel, Rabu (11/12).

Penggelaran dihadiri Wakil Rektor III UMI yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Dekan FH UMI, Prof Dr H La Ode Husen,SH,MH, para Guru Besar FH UMI, Wakil Dekan 1, Hj Nur Fadhilah Mappaselleng,SH,MH,Ph.D, WD 2 Dr Hasbuddin,SH,MH, WD 3Dr HM Kamal Hidjaz,SH,MH, WD 4 Dr M Said, Para Kepala Bagian dan sejumlah orang  tua mahasiswa.

Menariknya penggelaran yang diselingi hiburan itu menampilkan suara emas Guru Besar FH UMI dan mantan  Dekan FH UMI, Prof Dr H Syahruddin Nawi,SH,MH, Prof Dr H Maruf Hafidz,SH,MH dan WD 1, Hj Nur Fadhilah Mappaselleng,SH,MH,Ph.D.

Wakil Rektor III, Prof La Ode Husen,SH saat sambutan mengatakan, meraih gelar Sarjana Hukum tentulah dilalui  dengan susah payah oleh anak-anakku disertai doa para orang tua kurang lebih 4 tahun.

Tentulah, gelar Sarjana Hukum diperoleh melalui tahapan ujian demi ujian hingga ujian skripsi. Camkanlah, ujian  yang telah dilalui itu, bukanlah ujian yang sesungguhnya, karena itu ujian yang sifatnya formal, kata La Ode Husen.

Sebagai sarjana hukum, ujian yang sesungghnya bukanlah ujian formal, melainkan hakikat ujian yang  sebenarnya, saat kita berinteraksi dalam masyarakat. Untuk itu kami berpesan, pertanggungjawabkanlah ilmu  yang diperoleh dari UMI dilandasi nilai-nilai iman,” harap La Ode Husen.

Untuk mempertahankan gelar dan ilmu agar tak usang, lanjut La Ode Husen yang juga Guru Besar FH UMI itu,  tidak ada jalan lain, belajar dan belajar hingga akhir hayat. Islam mengajarkan, tingkatkanlah ilmu mulai ayunan hingga liang lahat (long life education).

Berbahagialah anak-anakku, karena janji dalam Alquran, Allah Swt akan mengangkat derajat bagi orang beriman  dan berilmu pengetahuan. Jadi jangan berhenti belajar dan membaca serta membaca. Bukan hanya baca buku,  tapi membaca segala sesuatu yang ada di sekeliling kita, pesan La Ode Husen yang juga mantan Komisioner  Kepolisian RI tersebut.

Sebelumnya, WD III,Dr HM Kamal Hidjaz Yunus,SH,MH membacakan 10 mahasiswa yudisium terbaik.

Diantaranya, Nurul Sakti Syamsuri,SH, Andi Muh. Fatih, SH, Hasbullah Amin,SH, Muh Nursyamsu Umar,SH,Zaenal  Abidin, SH, Kumalasri Retnopati,SH,AdriansyahTenri Liweng,SH,Santiana,SH, Ewildayanti,SH dan Erwin Juspiadi  Saad,SH.

Sementara itu, WD 1 FH-UMI, Hj Nur Fadhillah Mappaselleng, SH,MH,Ph.D usai penggelaran Sarjana Hukum UMI  saat ditemui wartawan menjelaskan, dengan bertambahnya 205 sarjana baru, berarti hingga Desember 2019 ini,  jumlah alumni FH-UMI telah mencapai 12.800 orang.

”Kepada para anak-anakku, selamat atas penyelesaian studi semoga ilmu yang diperoleh penuh keberkahan.  Dimanapun kelak berada dan mengabdi, tolong jagalah nama baik almamater UMI sebagai lembaga pendidikan tinggi dan dakwah,” pesan Nur Fadhilah Mappaselleng yang merupakan Doktor Falsafah Gasali Shafie School of Government, Universiti Utara Malaysia itu.

(HUMAS)