Makassar, umi.ac.id – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali mencetak karya ilmiah terakreditasi di bidang akuntansi.

Karya ilmiah berupa Atestasi Jurnal Ilmiah Akuntansi dalam Science and Technology Index (SINTA) 2 FEB UMI ini didasarkan pada terbitan surat Deputi Bidang Riset dan Pengembangan Kementrian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional yang terbit di Jakarta tertanggal, 16 September 2020.

Dalam surat bernomor B/1255/E5/E5.2.1/2020 yang ditandatangani langsung oleh Menristekdikti RI Bambang P.S Brodjonegoro, menuliskan jika atestasi karya jurnal ilmiah akuntansi FEB UMI terbit dalam SINTA 2.

“Alhamudilillah, atas raihan SINTA 2 Atestasi Jurnal Ilmiah Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI, ini tidak lepas dari peran serta seluruh tim pengelolah jurnal Fakultas,” ungkap Dr. Syamsuri Rahim, M.Si selaku chief editor, Kamis (17/9/2020).

Dalam persiapan ini kata, Wakil Dekan III FEB UMI itu, dilakukan sejak awal 2020 dan didukung langsung oleh Rektor UMI Prof. Dr. H Basri Modding, S.E, M.Si, dan jajaran pejabat FEB UMI.

“Persiapan akreditasi sejak awal tahun 2020 telah dilakukan dan didukung oleh Pimpinan Universitas dalam hal ini Rektor UMI Prof Dr. H Basri Modding dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prof. Dr. H. Mahfudnurnajamuddin serta Ketua Pusat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Dr. Masruhi Kamidin yang sangat konsen mendorong proses akreditasi Jurnal di FEB UMI,” paparnya.

Syamsuri membeberkan, tim dalam pengelola khusus atestasi jurnal imliah akuntasi ini diisi oleh Chief Editor Dr. Syamsuri Rahim, SE., SIP., M.Si., Ak. CA., Managing Editor Muslim, SE., M.Ak .

Sedangkan, tim Akreditasi Jurnal FEB UMI diantaranya Ajmal, SE.,MM., Dr. Andika, SE., M.Ak. dan Andi Faizal Bahari, SE., MM.

“Capaian ini adalah merupakan sinergi tim dan kerja keras. Hasil capaian menjadi batu loncatan untuk meningkatkan pengelolaan Jurnal Ilmiah ke depan,” tuturnya.

“Fakulta Ekonomi dan Bisnis UMI saat ini telah mendapatkan Akreditasi SINTA 2 dan mudah-mudahan di masa depan kita menuju Akreditasi Internasional. Dengan catatan bahwa kualitas pengelolaan jurnal menjadi prioritas,” tutupnya.

(HUMAS)