Makassar, umi.ac.id – Fakultas Ilmu Komputer (Fikom) Universitas Muslim Indonesia (UMI) enggan memangku tangan saat mahasiswanya digempur dampak Corona Virus Disease (Covid-19).

Tanpa menunggu lama, Fikom UMI bergerak cepat menyalurkan bantuan untuk mahasiswa terdampak Covid-19. Satu persatu mahasiswa ditemui untuk diberikan paket sembako.

Wakil Dekan III Fikom UMI Poetri Lestari Lokapitasari Belluano, S.Kom.,M.T mengatakan, kegiatan pembagian sembako bagi mahasiswa terdampak telah berlangsung sebanyak dua kali.

“Kegiatan sudah berlangsung 2x tanggal 25April dan 9 Mei 2020,” ungkap Poetri Lestari dalam keterengan resmi yang diterima, Senin (11/5/2020).

Poetri Lestari menyebutkan, data mahasiswa yang terdampak penerima bantuan itu, didapat dari organisasi mahasiswa internal, hingga dosen Fikom UMI. Sedangkan jumlah bantuan yang disalurkan sebanyak 43 paket.

“Semua data mahasiswa kami peroleh informasinya dari Dosen Pembimbing Akademik, BEM FIKOM, dan juga dari mahasiswa bersangkutan yang telah membaca pengumuman yang kami sebar melalui pesan WA. Data itu kami sesuaikan dengan kriteria mahasiswa domisili berasal dari luar kota Makassar, tidak memiliki keluarga di kota makassar, dan atau berasal dari keluarga yang kurang mampu,” papar Poetry Lestari.

“Sesuai data yang kami kumpulkan kegiatan awal 38 paket bantuan tersalurkan , kegiatan kedua 43 paket bantuan tersalurkan,” sambung Poetry.

Saat pendistribusian bagi mahasiswa Fikom UMI terdampak Covid-19, kata Poetry, pihaknya beserta para petinggi Fikom UMI melakukan koordinasi dan pemantauan langsung meski via online.

Sebab, disebutkan Poetri, protokoler dan SOP penanggulangan Covid-19 seperti larangan berkumpul hingga perintah physical distancing dan social distancing, yang masih diberlakukan oleh pemerintah.

“Saat pembagian kami pimpinan berkoordinasi secara online mengingat anjuran PSBB & social distancing. Namun, secara teknis saya (WD3) memonitoring langsung pelaksanaan, sedangkan penyaluran bantuan dibantu oleh Tim panitia dari BEM/BLM yang sukarela mengusulkan diri untuk ikut serta membantu,” tutur Poetri.

Kegiatan ini direncanakan Fikom UMI, akan berlanjut lagi jika dimungkinkan dan jika masih ada mahasiswa Fikom UMI yang masih layak mendapatkan bantuan.

“Saat ini kami masih memonitoring perkembangan kondisi kesehatan atas keluhan lain dari mahasiswa kami untuk kami tindak lanjuti. Besar harapan kami kepada Tim Crisis Center UMI untuk segera menyalurkan bantuan kepada mahasiswa yang sudah terdata baik secara bertahap atau menyeluruh, karena melihat kondisi kami di Fakultas secara material juga semakin terbatas.

(HUMAS)