UMI Makassar – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia kembali melahirkan 29 dokter yang siap mengabdi dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat, hal ini disampaikan dekan fakultas Kedokteran UMI, Prof.Dr. H. Syarifuddin Wahid, disela-sela acara Penyumpahan Dokter Fakultas kedokteran UMI, (31/12) di Aula Aisyah Fakultas Kedokteran Kampus 2 UMI.

Hadir dalam acara tersebut, Rektor UMI diwakili Wakil Rektor V Bidang perencanaan dan kerjasama, pimpinan Fakultas Kedokteran, dosen dan karyawan, orang tua alumni dan pengurus BEM mahasiswa FK UMI.

Sementara itu, Rektor UMI yang diwakili wakil Rektor V, bidang perencanaan dan kerjasama UMI Prof. Dr. H. Mar’ruf Hafidz, SH.,MH dalam sambutannya mengatakan bahwa berbagai prestasi dan capaian akademik yang diukir oleh civitas akademika Kedokteran UMI hendaklah dipertahankan dan patut di apresiasi.

“Anak-anakku para dokter yang disumpah hari ini, pahamilah bahwa dokter adalah profesi yang mulia, disamping memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien hendaklah juga senantiasa memberikan nilai-nilai moral yang baik dan menjadi teladan di masyarakat. Saudara diikat oleh sumpah dokter dalam pelayanan secara profesional seperti yang saudara ikrarkan tadi. Olehnya itu, pengucapan sumpah dokter menjadi sangat penting bagi seorang dokter. Itulah sebabnya Profesi, termasuk profesi Dokter, adalah moral Community, yang memiliki cita cita dan nilai nilai bersama,” pesannya.

Ma’ruf menegaskan bahwa ada empat prinsip moral profesi. Pertama, bekerja secara bertanggung jawab, terhadap mutu hasil pekerjaan maupun dampak pekerjaan. Kedua, berkeadilan, artinya tidak melanggar hak seseorang manapun. Ketiga, tanpa pamrih, artinya kepentingan pasien dapat mengalahkan kepentingan pribadi. Keempat, mempertahankan cita cita luhur profesi artinya tidak menyeleweng dari tuntutan profesi.

“Anak-anakku dokter yang baru saja disumpah sangat dibutuhkan masyarakat, sangat dibutuhkan pemerintah, kalau lulusan prodi lainnya, pemerintah memberlakukan “Moratorium” untuk menjadi PNS tapi tidak bagi Dokter dan Guru. Olehnya itu peningkatan kompetensi dan penguatan kapasitas sebagai Profesi Dokter menjadi mutlak adanya,” ungkapnya.

Lanjut dikatakan, sebentar lagi anak-anakku akan terjun melakukan pengabdian ke masyarakat untuk memberikan pelayanan medik, Undang undang no 29/2004 tentang praktek kedokteran diundangkan untuk mengatur praktek kedokteran dengan tujuan memberikan perlindungan kepada pasien, mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan medis dan memberikan kepastian hukum dalam masyarakat.Olehnya itu hendaklah senantiasa  taat pada Etika kedokteran serta peraturan per UU an dalam melaksanakan profesi dokter.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UMI, Prof.Dr. H. Syarifuddin Wahid mengatakan bahwa Fakultas Kedokteran UMI, bahwa akhir tahun 2014, FK UMI kembali  melahirkan 29 orang dokter dari angkatan tahun dua ribuan, dan dua sarjana kedokteran. Hal ini pertanda bahwa Fakultas Kedokteran dalam melaksanakan proses belajar mengajar sekaligus pertanggungjawaban kepada publik bahwa Fakultas Kedokteran UMI memiliki kompetensi  dan kapasitas akademik melahirkan Dokter setara dengan Fakultas Kedokteran universitas Negeri sekalipun.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!