Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Kurikulum Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Tahap Akademik dengan tema “Menuju Kurikulum berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) dan SNPK (Standar Nasional Pendidikan Kedokteran)”. Lokakarya ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan LPKM, Menara UMI Lt. 3, Selasa (6/8).

Lokakarya ini dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Muslim Indonesia, Dr. Ir. H. Hanafi Ashad, M.T. dan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UMI, Prof. drg. H. Moh. Dharmautama, Ph.D., Sp. Pros. (K). Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UMI menyatakan bahwa penyesuaian kurikulum perlu dilakukan. “Kita harus mampu melihat setiap perubahan. Sebagai perguruan tinggi, penyesuaian kurikulum perlu dilakukan melalui peninjauan dan pemutakhiran”, ungkapnya.

Dua narasumber dihadirkan FKG UMI diantaranya drg. Adam Malik Hamudeng, S.Kg., M.Med.Ed. dan drg. Irfan Sugianto, M.Med.Ed., Ph.D. Kedua narasumber membawakan materi mengenai Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi, Panduan Evaluasi Kurikulum dan Pedoman Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Keduanya mengarahkan 30 orang peserta yang merupakan dosen di Program Studi Pendidikan Dokter Gigi FKG UMI.

Dekan FKG UMI berharap melalui pengarahan dari dua narasumber ini kurikulum Program Studi dapat selaras dengan KKNI dan SNPK. “Kami berharap melalui kompetensi di bidang pendidikan kesehatan yang dimiliki kedua narasumber, kurikulum program studi dapat selaras dengan kualifikasi nasional,” ungkapnya.

(HUMAS)