Makassar, umi.ac.id – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) memperingati momen Nuzul Qur’an via aplikasi virtual, Selasa (12/5/2020).

Kegiatan yang dipandu oleh host Dr. dr. H . Khidri Alwi, M. Kes.,MA. menghadirkan narasumber Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramli, SE.,MSi. Selain Pimpinan FKM UMI, Rektor UMI, juga hadir, Ketua MT Ukhuwah UMI, Dr. Hj. Amirah Kallabe,SE.,MM., Dosen dan Karyawan, Pengurus BEM/BLM dan Himpunan dalam lingkup FKM UMI.

Acara yang diikuti oleh seluruh civitas akademika FKM UMI ini bertajuk Mentadabbur Al Quran untuk Meningkatkan Iman dan Iman Selama Masa Ramadhan’.

Dalam kesempatan itu, Dekan FKM UMI, Dr. Suharni A Fachrin, M.Kes. mengatakan, salah satu tujuan Al Quran diturunkan adalah sebagai pembeda yang haq dan bathil.

Meski peringatan Nuzulul Quran kali ini digelar secara virtual, kata Suharni, tidak mengurangi makna kebersamaan silaturahim keluarga besar FKM UMI.

“Keadaan pandemic 3 (tiga) bulan sudah kita hadapi bersama, mau tidak mau kita harus stay at home, tetap di rumah dan bekerja di rumah. Kondisi demikian, tidak menyurutkan semangat dan kebersamaan kita untuk meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan Ramadhan, papar Suharni.

Rektor UMI, Prof. Dr. Basri Modding dalam sambutannya mengatakan bahwa Al Qur’an merupakan petunjuk seluruh umat manusia yang tidak ada keraguan di dalam Al Quran¸laa rayba fihi hudan lilmuttaqqiin.

Dalam memperingati Nuzulul Quran di tengah gempuran Pandemi Covid-19, menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini, harus dijadikan sebagai momentum untuk lebih meningkatkan kepedulian kita kepada sesama dan yang lebih penting menjaga silaturrahmi untuk pengembangan institusi tercinta khususnya FKM UMI ke depan.

Era disrupsi 4.0 merupakan titik awal revolusi Pendidikan, meningkatnya konektivitas, interaksi serta perkembangan sistem digital, kecerdasan artifisial, dan visual. Di Indonesia misalnya, antuasiasme pelajar online dibuktikan jumlah unduhan aplikasi zoom, 50 juta kali per Pebruari- Mei dalam situasi seperti yang terjadi secara bersamaan, trend, belajar secara on line, menggunakan platform digital dalam proses pembelajaran, (home schooling),” tutur Prof. Basri Modding.

Kondisi ini merupakan tantangan berat bagi kita. Karena itu dengan kebersamaan kita harus mampu menjawab tantangan teknologisasi pendidikan yang terus mengalami kemajuan di setiap tahun, tanpa sedikitpun berhenti bergerak.

“Tantangan UMI ini juga sesuai hasil survey Prof. Clayton Christensen (Harvard Business School) memprediksikan 50 persen dari 4000 perguruan tinggi di Amerika Serikat akan bangkrut dalam beberapa dekade mendatang. Ketersediaan pendidikan online akan menjadi cara yang lebih murah bagi mahasiswa untuk mendapatkan Pendidikan, “ tutur Prof. Basri Modding.

Karena kita, seluruh elemen civitas akademika UMI harus mengantisipasi tantangan tersebut, mempertahankan kampus tercinta. Khusus FKM UMI, sudah harus menyiapkan diri mulai dari sekarang untuk blending learning.

“Pengabdian kita di UMI juga bagian dari ibadah. Kita harus saling membantu memajukan fakultas. Insya Allah dengan kebersamaan yang baik ke depan, FKM UMI akan maju,” sambung Prof. Basri Modding.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. H. Mansyur Ramli dalam taushiyahnya mengatakan bahwa “Al Quran adalah kitab yang maha sempurna, dan super furqan, super rahman, super syifaan. Al Quran kandungannya berlaku sepanjang zaman dan masa serta tidak akan pernah direvisi. Allah menjamin untuk hal itu, nilai Al Quran, apapun perubahan zaman tidak akan berubah dan tetap sesuai dengan zaman,” papar Prof. Mansyur.

Prof. Mansyur menyebutkan, membaca Al Quran walau satu huruf saja dapat pahala, terlebih memahami dan mengimplmentasikan dalam keseharian kita, sebagai pedoman hidup kita.

“Hanya sekedar membaca, beruntung terlebih kita membaca satu huruf lalu memahami, menghayati dan mengimplementasikan, insya Allah pahala semakin bertambah. Pertanyaan kemudian, seberapa kita mentadabbur al Quran untuk meningkatkan iman dan imun kita khususnya dalam bulan Ramadhan,” Ujar Prof. Mansyur yang juga alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMI ini.

“Al Qurán hudaan linnas, diperuntukkan untuk semua manusia, bukan hanya yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT karena itu banyak orientalis memperoleh inspirasi manfaat dari al Quran.

Seorang ilmuwan Herbet Benson (Harvad University) melakukan penelitian tentang doa untuk memahami pikiran seorang terhadap tubuhnya. Benson mendokumentasikan MRI brain scan yang menunjukkan perubahan fisik yang terjadi pada tubuh seseorang pada saat berdoa. Hasil MRI memperlihatkan gambaran aktivitas otak yang kompleks dimana sistem limbik menjadi lebih santai serta aktifitas fisioloigis menjadi lebih merata.

Ada hubungan antara doa dan kecerdasan individu yang hidup dengan komponen spiritual, memiliki kehidupan yang relatif sehat dan lebih bahagia. Saya pernah bertemu beliau dan saya tanyakan penelitannya, lalu beliau menunjukkan al Quran sebagai buku pintar orang Muslim, Orang Muslim yang sering membaca al Quran, suka berzikir dan berdoa , maka dia akan lebih cerdas dan sehat, papar Prof. Mansyur.

Sifat dan perilaku spiritual, pengalaman spiritual, emosi positif, dan ritual memiliki pengaruh yang luar biasa dalam banyak hal, khususnya di bidang kesehatan.

Berbagai riset menunjukkan bahwa mereka yang berperilaku ritual, rajin membaca al quran dengan suara, Shalat tengah malam, zikir dan dengan bersuara, dapat berdampak pada perubahan sistem kekebalan tubuh yang positif, tambahnya.

(HUMAS)