Forum Student Ambassador (FOSA) Kampus Islami UMI menyelenggarakan FOSA Language Club ( Klub Bahasa FOSA) berlangsung setiap hari Senin dan Jum’at sore di ruang LPDKI kampus 2 UMI, dimulai hari ini (13/5). Hadir Pembina FOSA Dr.M.Ishaq Shamad,MA dan sejumlah pengurus FOSA UMI.

Rita Fatimah, selaku Ketua FOSA UMI menyatakan tujuan FLC ini untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa UMI, bukan hanya ditujukan kepada mahasiswa Sastra Inggris, tetapi juga untuk semua mahasiswa dari berbagai jurusan.

“Bahkan mahasiswa dari Teknik Sipil juga hadir,” urainya.

Sementara itu Waode Sri Irnawati (Pengurus FLC) menyatakan, kegiatan ini sengaja dilakukan untuk persiapan mahasiswa mengikuti ajang lomba debat Bahasa Inggeris yang dilaksanakan bukan hanya dikalangan UMI, tetapi juga pada ajang yang lebih tinggi, di tingkat regional dan nasional.

Pembina FOSA, Dr.M.Ishaq Shamad,MA menyatakan sangat berbangga atas inisiatif dan kreatifitas pengurus FOSA UMI dalam melaksanakan English Meeting. Hal ini disebabkan program semacam ini pernah sangat aktif dilakukan, baik di kalangan dosen, maupun mahasiswa UMI. Namun belakangan memudar, sehingga dengan munculnya kegiatan ini, melahirkan kembali wadah pengembangan Bahasa Inggris di kampus UMI.

“Dengan adanya program ini, maka mahasiswa yang ingin menguasai dan mempraktekkan Bahasa Inggris lebih bisa terwadahi di FLC ini,” ungkapnya.

Diharapkan ke depan, bukan hanya bahasa Inggris yang dikembangkan, tetapi juga Meeting Bahasa Arab.

Hamiruddin, yang menjadi trainer FLC menghimbau peserta untuk giat dan percaya diri bercakap Bahasa Inggris, agar pengetahuan dan keterampilannya di bidang bahasa Inggris bisa berkembang dengan pesat. Dikatakan pula dengan menguasai Bahasa Inggris menjadi bekal yang sangat baik meraih masa depan yang lebih baik.

Hamiruddin yang juga sebagai salah satu pemenang lomba Debat Bahasa Inggeris tingkat UMI mengatakan bahwa inilah salah satu cara kami mendukung UMI meraih cita-cita World Class University.

“Kita berharap sivitas akademika UMI tidak lagi canggung dengan Bahasa Inggris,” tambahnya.

Bahkan ia selalu mendorong peserta untuk bercakap bahasa Inggris dengan beragam metode disertai candaan, sehingga peserta merasa tidak bosan.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!