684 peserta FRI dari pimpinan PTN/PTS se-Indonesia hadiri FRI hari kedua di Aula Universitas Negeri Sebelas Maret, 30 Januari 2014. Peserta tersebut berasal dari 486 PTN/PTS se-Indonesia.

Ketua DPD RI Irman Gusman mengatakan, pendidikan adalah urat nadi bangsa, jika hendak menjadi bangsa yang maju melalui pendidikan yang berkualitas, setiap anak bangsa dapat kita didik menjadi generasi yang unggul menguasai IPTEK dan mempunyai karakter jiwa kreatif dan inovatif.

“Ukuran sumber kemakmuran suatu bangsa memiliki komparatif advantage yaitu brain power, dream, spirit, confidence dan tawakkal kepada Allah,” ungkapnya.

Tahun 2013 ranking Human development dirilis UNDP sebagai gambaran ukuran tingkat kualitas SDM Negara. Indonesia masuk ranking 121 mengalami pengingkatan dari 124 pada tahun 2012.

Komentar rektor UMI disela-sela acara hari kedua, 30 Januari 2014 di aula UNS Surakarta, FRI merupakan event terbesar membangun networking antar pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Indonesia yang mendesain Indonesia masa depan. Hal ini sesuai dengan tema FRI kali ini, kedaulatan rakyat dalam perencanaan pembangunann nasional pada era asia.

Prof. Dr. Kamaluddin Ketua FRI periode 2013 mengatakan, tahun 2014 merupakan tahun bersejarah bagi bangsa kerena pada tahun ini merupakan tahun politik. Dimana akan lahir pemimpin yang baru yang akan membawa Indonesia ke arah masa depan. Dalam situasi ini, FRI harus dapat merangkul seluruh potensi intelektual baik yang bersifat kritis maupun yang kolaboratif, sehingga menghasilkan kontribusi positif bagi bangsa sebagai kelompok intelektual. FRI akan memberikan wawasan bagaimana pembangunan dirancang dan dibangun berdasarkan kedaulatan rakyat dan bukan semata-mata hanya visi presiden dan wapres yang terpilih.

Usaha yang telah dilakukan FRI periode 2013 diantaranya; Kerjasama KPU sebagai pelaksana demokrasi, setelah itu Bappenas dan RRI, dan Instansi terkait kegiatan untuk Blusukan nasional, kunjugan Papua sampai Aceh dan di Kampus Universitas Sebelas Maret pada tanggal 11 Mei 2012 berkumpul rektor se-Jawa,  ada 3.400 PTN/PTS se-Indonesia, ada pertemuan Maluku dan se-Papua, di Sulawesi 8 Juni 2012 di Unhas dari Makassar lanjut Bali dan sekitarnya, temu regional, selanjutnya dilaksanakan di Kalimantan tanggal 1 Juli 2013 dan se-Sumatera 6 Juli 2013 di Medan, setelah itu dilakukan evaluasi dan koordinasi membangun kemitraan diantara ICT, dsb.

Dari blusukan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa jumlah partisipasi politik tidak meningkat dari 50 persen, Indonesia berada di persimpangan jalan. Untuk itu, rektor mendeklarasikan konvensi calon pemimpin bangsa Indonesia versi FRI.

Diundang semua partai, meskipun ada yang tidak datang. Politik masuk kampus secara elegan masuk dengan visi yang sama dengan Perguruan Tinggi. Babak baru perkembangan Forum Rektor Indonesia.

Sementara itu, ketua FRI tahun 2014 yang juga ketua panitia Prof. Dr. Ravick Kasidi menyampaikan bahwa agenda konvensi kampus X terdiri atas presentasi dan pembahasan hasil kerja masing-masing komisi, panel bercorak policy paper. Dengan susunan komisi dan pembicara berkedaulatan rakyat dalam perencanaan pembangunan (Prof. Dr. Ganjar Kurnia/ Univ. Padjajaran, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat/ UIN Jakarta, Prof. Dr. Hj. Badia Perizade, MBA/Univ. Sriwijaya, dan Dr. Muhajir Effendy, MAP/ Univ. Muhammadiyah Malang), perencanaan pembangunan nasional yang integratif (Prof. Dr. Pratikno/ UGM, Prof. Dr. Sudharto P. Hadi/ Univ. Diponegoro, Prof. Dr. Idrus A. Paturusi/ Unhas, Prof. Dr. Edy Suardi Hamid/ UII), kepemimpinan nasional era asia (Prof. Dr. Rahmad Wahab/ UNY, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito/ Unibraw, Prof. Dr. dr. Syahni Pasaaribu/ Univ. Sumut, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo/ Univ. Bina Nusantara.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!