Hadirkan Ketua BAN PT RI dalam loka karya kurikulum

UMI Makassar – Fakultas Teknologi Industri (FTI) ke depan harus siap dengan berbagai tantangan dan tanggap terhadap perubahan dan kebutuhan masyarakat dengan memperbaiki kekurangan yang ada dan meningkatkan perolehan mutu untuk menuju tataran yang lebih baik ke depan, hal ini disampaikan Rektor UMI, Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar, MA sebelum membuka Rapat Kerja dan lokakarya Fakultas Teknologi Industri UMI (13/1) yang berlangsung di aula Liorang Lologau Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI kampus 2.

Lanjut dikatakan, ada dua aspek yang saling terkait dan merupakan ujung tombak dalam pengembangan FTI ke depan yaitu sumber daya dan manajemen. SDM dan manajemen merupakan unsur penting dan saling terkait antara satu dengan lainnya dalam membangun perguruan tinggi termasuk FTI dalam menunjang implementasi tri darma perguruan tinggi.

“SDM terdiri atas pimpinan, dosen dan karyawan dalam menjalankan fungsi manajerialnya senantiasa mengacu kepada nilai ajaran Islam sebagaimana visi dan misi UMI sebagai lembaga pendidikan dakwah,” tegas mantan Wakil Rektor IV bidang perencanaan dan kerjasama UMI ini.

Sementara itu, Dekan FTI UMI H Sakir Zabar MT dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan dua hari ini diikuti dosen dan karyawan dalam lingkup FTI UMI. Hari pertama dengan menghadirkan narasumber untuk memberikan materi/masukan dan hari kedua, masing-maisng Ka. Prodi menyusun desain kurikulum.

Lanjut dikatakan, tantangan saat ini dihadapi bagaimana kesiapan FTI UMI untuk membuka pendidikan insinyur yang salah satu syaratnya adalah dosen yang bergelar sarjana teknik (ST) untuk mendapatkan gelar insinyur (Ir). Pimpinan FTI telah menjalin kerjasaman dengan organisasi persatuan insinyur indonesia (PII) untuk mengikuti gelar ujian ujian profesi insinyur (Ir). Bagi dosen yang sudah menyandang insinyur tidak lagi mengikuti seleksi tersebut karena sudah menyandang gelar insinyur. Hal ini juga agar semua dosen FTI yang tidak bergelar insinyur, hanya ST akan mengikuti sertifikasi tersebut sebagai bentuk pengakuan gelar Insinyur yang merupakan modal utama ke depan dalam membuka pendidikan Insinyur.

“Alhamdulillah, beberapa dosen FTI UMI telah mendapatkan sertifikasi kompetensi profesi insinyur tersebut, termasuk alumni FTI UMI yang bergelar sarjana Teknik UMI,” ujar Zakir yang juga alumni FTI UMI ini.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana yang juga wakil dekan I bidang akademik FTI, Ir. Andi Pawennari, MT mengatakan bahwa kegiatan yang berlangsung tanggal 13-14 Januari 2015 menghadirkan naarsumber ketua BAN PT RI yang juga ketua pembina YW UMI Prof Dr H Mansyur Ramly (Pengembangan kurikulum berdasarkan standar nasional pendidikan tinggi), Prof.Dr. H Syahnur Said, MS (kurikulum peluang dan tantangan perguruan tinggi), Dr. Ir. H Iskandar BP,MSc (SDM dan fasilitas persiapan ISO fakultas, akreditasi program studi dan hari kedua rapat Kaprodi untuk menyusun desain kurikulum.

(Humas UMI)

error: Content is protected !!